THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Varia»Warga Aceh Sambut Gerhana Bulan dengan Salat Sunat


Warga Aceh Sambut Gerhana Bulan dengan Salat Sunat
Nurul Fajri/Muhajir Juli | The Globe Journal
Sabtu, 10 Desember 2011 00:00 WIB

Banda Aceh - Beberapa masjid di kawasan kota Banda Aceh serentak melaksanakan salat sunat gerhana saat terjadinya gerhana bulan total, Sabtu (9/12) malam. Gerhana bulan mulai nampak terlihat oleh mata telanjang sekitar pukul 21.10 WIB. Saat itulah masjid-masjid di kawasan kota Banda Aceh secara bersahut-sahutan mengumandangkan azan, lalu diikuti dengan salat sunat dua rakaat.

Atun, salah seorang warga kepada The Globe Journal mengatakan bahwa beberapa mesjid di pusat kota Banda Aceh telah mengumandangkan azan semenjak pukul 21.00 WIB. “Di daerah kota, sudah azan dari tadi. Tadi juga di masjid Prada sudah ada beberapa orang yang salat gerhana, walaupun belum berjamaah,” ujarnya yang juga menyaksikan fenomena alam di kawasan prada.

Seperti yang dikatakan oleh @okipramana pada The Globe Jounal lewat jaringan sosial twitter bahwa mesjid di kawasan Peuniti tengah melakukan salat gerhana berjamaah pada pukul 21.30 WIB. Menurut pantauan The Globe Journal, beberapa mesjid dan meunasah di Kota Banda Aceh telah melaksanakan salat sunat gerhana seperti di meunasah di Kp. Ateuk Munjeng, Mesjid Al-Muhajirin Lamlagang, masjid di kawasan Panterik .Suasana azan yang bersahut-sahutan menyambut fenomena alam yang langka ini menambah kesan syahdu malam gerhana bulan tersebut.

Gerhana bulan total yang menghiasi langit kota Banda Aceh hari ini, merupakan salah satu fenomena alam terakhir yang akan terjadi di tahun 2011 ini. Gerhana bulan total dimulai pada pukul 18.35 WIB dengan ‘perkawinan’ cakra bulan dengan penumbra. Namun masyarakat kota baru bisa melihat  gerhana bulan total pada pukul 21.10 WIB, saat bulan masuk sepenuhnya pada daerah umbra. Pada saat ini masyarakat akan melihat bulan berwarna merah darah yang dikelilingi kabut tipis pukul 21.10 WIB yang merupakan puncak dari gerhana bulan ini sendiri.

Salat Gerhana Bulan Di Bireuen

Sementara itu hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Bireuen yang menyaksikan gerhana bulan. Warga diberbagai gampong di Bireuen melaksanakan shalat sunat gerhana bulan.

Pantauan The Globe Journal, di kawasan kecamatan Peusangan, Kuta Blang dan Geurugok azan masih bersahut-sahutan di berbagai menara mesjid mulai setelah kumandang azan Insya sampai berita ini dituliskan yaitu pukul 22.10 Wib.

Ibrahim (50) salah seorang warga peusangan yang ditemui oleh The Globe journal setelah shalat sunat itu mengatakan bahwa dalam ajaran Islam telah diatur shalat sunat gerhana bila fenomena alam itu terjadi.

"Dalam ajaran Islam telah diatur tentang shalat sunat dua rakaat bila gerhana terjadi. Maka kami setelah melihat gerhana hampir penuh, langsung saja melaksanakan shalat sunat itu," kata Ibrahim.







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close