
Banda Aceh- Puluhan Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala menggelar aksi damai dalam memperingati hari ibu sedunia yang jatuh pada hari ini, Kamis (22/12) di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh. Dalam aksi tersebut mereka membacakan puisi bertemakan ‘Ibu’ yang dikirim dari luar Aceh.
“Dalam aksi ini selain menyanyikan lagu Ibu, kami juga membacakan beberapa puisi yang berasal dari Aceh, Malaysia, UI, UGM, Medan, Bandung, Samarinda, dan Jogjakarta,” ujar Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Unsyiah, Sofyian pada The Globe Journal, Kamis (22/12).
Dia mengatakan bahwa ada lebih dari 400 puisi bertemakan ‘Ibu’ yang diterima oleh BEM FKIP Unsyiah, namun hanya beberapa puisi saja yang dibacakan dalam aksi tersebut. Tidak hanya membacakan puisi saja, tapi mereka juga membagikan dan menyebarkan puisi-puisi lainnya pada masyarakat.
“Dengan peringatan Hari Ibu sedunia ini kita berharap bagaimanapun tindakan kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga dihapuskan. Kita juga meminta agar pemerintah lebih aktif mengurus persoalan KDRT di Indonesia,” ungkap Sofyan.
Tidak hanya itu, melalui peringatan Hari Ibu ini, dia juga mengharapkan agar pemerintah dapat mensosialisasikan Undang-Undang tentang KDRT kepada masyarakat, agar masyarakat sipil paham dan tidak melakukan tindakan diskriminatif kepada perempuan dan ibu rumah tangga. “Kita juga berharap kepada kepala keluarga agar tidak melakukan tindakan diskriminatif terhadap ibu rumah tangga baik dalam mengambil kebijakan, keputusan, dan hal-hal lain yang menyangkut persoalan rumah tangga,” harapnya.
Bagi-bagi Bunga
Tidak hanya pembacaan puisi, peringatan Hari Ibu Sedunia di Banda Aceh juga diwarnai dengan pembagian bunga dan ucapan selama hari ibu di ruas jalan Simpang Limong Banda Aceh. Aksi pembagian bunga tersebut dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Ar-raniry, Banda Aceh.
“Pesan kami, mari kita memanfaatkan moment ini untuk mengucapkan terima kasih dan meminta maaf pada ibu,” ujar Ketua BEMAF Tarbiyah, Ismail Darimi.
Aksi yang bertemakan ‘terima kasih ibu, kasih sayang dan pengorbananmu akan ku kenang selalu’ tersebut diharapkan masyarakat dapat membudayakan ucapan terima kasih. “Pesan kami di hari ibu ini, mari kita kita membudayakan ucapan terima kasih walaupun tanpa pemberian, baik dari seorang anak terhadap ibunya, maupun sebaliknya dengan ucapan terima kasih dan permohonan maaf sesuai dengan tuntunan syariat,” tuturnya.[003]
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas