Banda Aceh — Perusahaan Listrik Negara (PLN) Aceh telah mengidentifikasikan kasus tower yang digergaji oleh orang tak dikenal (OTK) sejak tahun 2003 sampai 2012 yaitu sebanyak 9 (sembilan) tower permanen yang berada di lintas timur Aceh.
Data tersebut diterima The Globe Journal dari Bagian Humas PLN Wilayah Aceh, Senin (09/1) tadi sore melalui surat elektronik. Saat dihubungi, Kepala Humas PLN, Said Mukkaram mengatakan sudah mengumpulkan data berapa banyak tower yang tumbang sepanjang tahun 2003 sampai 2012.
Menurut data tersebut, tahun 2003 lalu atau saat Aceh berstatus Darurat Militer di masa konflik bersenjata antara GAM dan RI tercatat satu kali kejadian, yaitu tower bernomor 54 di lintas Lhokseumawe - Bireuen yang digergaji dan besinya dicuri oleh OTK.
Namun Hasil penelurusan The Globe Journal di internet tercatat pada tahun 2003, tower yang digergaji OTK di lintas Lhokseumawe — Langsa lebih banyak lagi yaitu sebanyak 4 unit yaitu tower nomor 53,54,55 dan 56 dengan transmisi 150 KV tumbang karena dipotong pada Mei 2003. Akibatnya tiga kabupaten yaitu Aceh Timur, Aceh Utara dan Bireuen gelap total.
Kemudian tahun 2004 terjadi pada Bulan Juni. Tower yang tumbang itu akibat dipotong bagian bawahnya dengan gergaji di kawasan Alue Kumba dan Buket Seulamat, Aceh Timur.
Data PLN Aceh menyebutkan pada tahun 2004 terjadi satu kali yaitu pada tower nomor 267 dilintas Bireuen — Sigli, penyebabnya stub tower digergaji, namun kondisinya belum tumbang.
Pada tahun 2006 juga pernah terjadi dua kali pada tower nomor 54 dan tower nomor 55 di lintas Langsa — Idi — Lhokseumawe yang digergaji OTK sampai tumbang.
Berikutnya tahun 2008 kembali terjadi dua kali karena pencurian besi dan angin puting beliung, yaitu pada tower nomor 139 dan tower 140 di lintas Langsa — Pangkalan Brandan Sumatera utara. Kondisi dua tower tersebut tumbang.
Pada awal tahun 2012 sudah terjadi tiga kali sabotase akibat digergaji OTK yaitu tower nomor 293 dan 294 di lintas Bireuen — Sigli, kondisi kedua tower ini belum tumbang. Kemudian tower bernomor 354 di lintas Langsa — Idi — Lhokseumawe yang juga digergaji OTK sampai tumbang.
Menurut data tersebut intensitas sabotase paling sering terjadi di kawasan lintas Langsa — Idi — Lhokseumawe dan Kabupaten Bireuen.