Jakarta — Masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan berakhir tahun 2014. Presiden dua periode ini tak boleh lagi maju dalam pemilihan umum presiden (pilpres) mendatang. Karena itu, SBY menantang pegiat Anti Korupsi masuk dalam pemerintahan, termasuk dalam perebutan kursi Indonesia 1.
Dalam pertemuan dengan menteri, pajabat setingkat menteri bidang hukum, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan pegiat antikorupsi antara lain dari Transparancy International Indonesia (TII), Indonesia Corruption Watch (ICW), SBY menawari kursi presiden.
"Masih banyak yang kosong," ujarnya sambil menunjuk pilar-pilar di ruang utama Istana Negara, yang digunakan tempat memajang foto seluruh mantan Presiden RI dan presiden yang masih aktif, Rabu (25/1).
SBY mengajak para aktivis LSM, pegiat antikorupsi, dan para menteri dan pejabat setingkat menteri yang hadir dalam pertemuan itu untuk maju dalam Pilpres 2014. "Di 2014 masih bisa diisi, jangan khawatir," katanya dengan nada bercanda.
Para tamu undangan SBY pun menyambut dengan tawa gemuruh. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Menkopolhukam Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Jaksa Agung Basrief Arief, Ketua PPATK Muhammad Yusuf, Ketua DPR Marzuki Alie, dan Menkum HAM Amir Syamsuddin. []
(inilah.com)