Banda Aceh — Pelaksanaan Misa Natal di Indonesia selalu diwarnai dengan penjagaan keamanan yang sangat ketat. Tujuannya untuk menutup celah provokasi agar pelaksanaannya berjalan dengan baik dan tidak menggangu kenyamanan masyarakat lainnya.
Di Depok, seluruh gereja dijaga ketat oleh pihak kepolisian untuk menjaga keamanan menjalang Natal 2011. "Sebanyak 133 gereja di Depok kami jaga," kata Kabagops Polres Depok Komisaris Suratno di Depok, Sabtu (24/12).
Untuk mendukung keamanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2012 Polres Depok menggelar operasi Lilin Jaya mulai Jumat (23/12) selama 10 hari ke depan dengan membentuk tujuh pos pengamanan (pospam).
Pihaknya, kata dia, juga mengerahkan dua per tiga kekuatan atau setara dengan 1057 personel. Pengamanan juga dibantu dengan unsur lainnya seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) 70 personel, Dinas Perhubungan 72 orang, serta TNI 90 personel.
Di Jakarta, Polda Metro Jaya menurunkan 4.900 personel untuk pengamanan malam Natal. Hal itu disampaikan Kapolda Metro Jaya, Untung S Rajab ketika memimpin apel kesiagaan. "Kami siaga satu jelang Natal. Kami akan upayakan pengamanan sebaik-baiknya," kata Untung.
Kapolda mengatakan 4.900 personel yang diturunkan terdiri dari tim Gegana, polisi lalu lintas, dan reserse.
Dalam pengamanan Natal kali ini, polisi juga dibantu berbagai ormas. Namun, imbuh Untung, ormas yang turut serta dalam pengamanan harus melapor terlebih dulu. "Mereka (Ormas-ormas) boleh ikut mengamankan, yang penting lapor dulu," ujarnya.
Di wilayah Sumatera Utara yang masyarakatnya juga memiliki penganut Kristen yang terbilang besar, pengamanan gereja juga tidak kalah ketat. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Heru Prakoso di Medan mengatakan, proses sterilisasi tersebut akan dilakukan personel Unit Gegana Satuan Brimob Polda Sumut. Upaya tersebut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya bahan-bahan berbahaya dan berpotensi menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Dari pendataan yang dilakukan, terdapat 929 gereja di Sumut yang akan mendapatkan pengawalan dan penjagaan dari personel kepolisian. Namun, kata Heru, tidak semua rumah ibadah umat Kristiani tersebut yang akan menjalani proses penyisiran dari personel Unit Gegana Satuan Brimob Polda Sumut.
Untuk di Kota Medan, penyisiran itu akan dilakukan di Gereja Katedral di Jalan Pemuda dan Gereja HKBP di Jalan Keuskupan Agung. Untuk gereja-gereja tertentu, kemungkinan penyisiran tersebut hanya dilakukan melalui pemeriksaan personel Polri yang melakukan penjagaan.
"Penyisiran itu bisa dengan alat detektor, bisa juga oleh personel yang berjaga," kata mantan Kapolres Tebing Tinggi itu. []
(Yul-Media Indonesia)