Bireuen- Kalangan LSM dari People
Crisis Centre (PCC) Aceh mengktritik pola pemberitaan media
massa yang memberitakan serangkaian aksi
penembakan di Aceh yang terjadi akhir-akhir ini.
Direktur PCC Iskandar yang menghubungi The Globe Journal melalui
telepon selular Kamis (5/1) mengatakan selama ini media hanya memberitakan
akibat dari penembakan saja. Tanpa jauh
menggali apa penyebab mereka ditembak. Menurutnya media punya peran besar untuk
memberikan gambaran lain yang lebih soft dan bernas terhadap kondisi Aceh.
"Sangat disayangkan, banyak media
massa hanya
memberitakan luarnya saja. Misalnya hanya menceritakan lokasi, jumlah korban,
waktu kejadian dan hal-hal seram lainnya. Sedangkan pendalaman berita seperti
apa penyebab dan lainnya belum dilakukan. Sehingga wajah Aceh semakin seram
saja bila dilihat dari luar," Kata Iskandar.
Selain itu Iskandar juga
mengkritik sebagian kalangan yang terlalu memainkan opini yang tidak mendasar
terkait persoalan kriminalitas yang menggunakan senjata api yang grafiknya
semakin meningkat. Dia berharap kepada siapapun yang suka memberikan pandangan,
agar jangan sampai menimbulkan ketakutan baru ditengah-tengah masyarakat akibat
dari analisa opini yang terlalu "tajam".
Dia berharap kepada semua pihak
agar memberikan peluang kepada Polisi untuk mengungkap kasus tersebut. Dia secara
pribadi masih percaya akan kemampuan kepolisian yang ada di Aceh untuk mampu
menguak segala misteri pembunuhan akhir-akhir ini.
Iskandar juga berpendapat penambahan
pasukan belum perlu di Aceh. Untuk itu dia berharap agar media di Aceh mampu
menjadi pintu masuk informasi yang positif dan terukur bagi para pengambil
kebijakan, sehingga Aceh tidak lagi kembali berbenturan suramnya masa silam.