Banda Aceh — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hasbi Abdullah mengatakan uang APBA yang digunakan oleh pemerintah adalah uang rakyat. Sehingga uang rakyat itu harus betul-betul digunakan dan dipertanggungjawabkan.
“Revolusi yang terjadi di negara-negara Islam seperti Libya, Mesir itu adalah pelajaran bagi kita untuk hati-hati menjalankan amanah rakyat,” kata Hasbi saat membuka Masa Persidangan III DPRA Tahun 2011 Tentang Perhitungan APBA Tahun 2010, Selasa (13/12) pagi tadi.
Lanjut Hasbi, pihaknya ingin mengetahui bagaimana APBA Tahun Anggaran 2010 itu sudah digunakan untuk kesejahteraan rakyat. “Kita tidak siap atau belum mampu mengelola anggaran yang besar, karena masih saja terjadinya SiLPA setiap tahun. Artinya uang yang diberikan tidak mampu dihabiskan,” kata Hasbi Abdullah.
Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar mengatakan volume APBA Tahun 2010 secara keseluruhan mengalami peningkatan, yaitu anggaran pendapatan dari Rp6,24 triliun menjadi Rp6,40 triliun. Anggaran belanja juga meningkat dari Rp7,64 triliun menjadi Rp8,25 triliun. Penerimaan pembiayaan dari SiLPA tahun sebelumnya sebesar Rp1,39 triliun menjadi Rp1,84 triliun.
Anggaran pendapatan Aceh yang direncanakan dalam APBA-P Tahun 2010 berjumlah Rp6,40 triliun dapat direalisasikan sebesar Rp6,99 triliun atau melebihi sebesar Rp9,20 persen dari target yang direncanakan.
Sementara itu anggaran belanja yang digunakan untuk belanja tidak langsung atau belanja yang mendukung kegiatan Pemerintah Aceh direncanakan sebesar Rp2,69 triliun dapat direalisasikan sebesar Rp2,41 triliun. Sedangkan belanja langsung atas belanja pegawai Rp248,51 miliar. Untuk belanja barang dan jasa sebesar Rp1,60 triliun dan untuk kompenen belanja modal sebesar Rp3,27 triliun.
Terkait dengan pembiayaan yaitu Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) posisi 31 Desember tahun 2009 sebesar Rp1,84 triliun, sedangkan pengeluaran pembiayaan pada tahun 2010 tidak dilakukan dan setelah menutup defisit sebesar Rp536,26 miliar, sehingga diperoleh SiLPA tahun 2010 sebesar Rp1,31 triliun.
Posisi dana cadangan sampai akhir tahun anggaran 2010 sebesar Rp205,04 miliar. Sedangkan dana abadi pendidikan dan dana cadangan pendidikan, penerimaan jasa giro dan bunga deposito menambah langsung ke masing-masing rekening yang bersangkutan.
Sampai 31 Desember 2010, dana abadi pendidikan berjumlah Rp 272,95 miliar, dana cadangan pendidikan sebesar Rp 242,54 miliar. Sehingga total ekuitas dana yang dicadangkan sebesar Rp 720,53 miliar. [003]