Banda Aceh — Salah seorang Kandidat Walikota Banda Aceh, T. Irwan Djohan mengaku sangat kecewa dengan statement Walikota Banda Aceh, Mawardi Nurdin di salah satu koran harian yang menyatakan aksi Mahasiswa IAIN menolak Pembangunan Best Western Hotel dan Mall dimanfaatkan kepentingan politik tertentu.
Kepada The Globe Journal, Jum’at (13/1) tadi sore, Irwan mengaku kecewa dengan pernyataan Walikota Banda Aceh itu. Ia meminta agar Mawardi Nurdin tidak asal ngomong di media dan harus cukup bukti untuk mengeluarkan statement itu.
Irwan menuding Walikota Banda Aceh, Mawardi Nurdin “Paranoid” alias ketakutan, karena Mawardi Nurdin juga salah satu kandidat Pemilukada incumbent, tapi justru mengeluarkan statement yang bisa menimbulkan fitnah di kalangan masyarakat Kota Banda Aceh.
“Saya menolak pembangunan hotel dan mall itu atas nama masyarakat Kota Banda Aceh, sebagaimana pernah dimuat di Tabloid Gema Baiturrahman, Jum;at, pekan lalu,” kata Irwan yang juga salah seorang anak dari tokoh ternama Aceh, Alm. Teuku Djohan.
Lagi-lagi, Irwan mengaku sangat menyesalkan pernyataan Walikota Banda Aceh, Mawardi Nurdin itu yang tidak menunjukkan sikap dewasanya dalam memilah sebuah persoalan hingga terkesan “Paranoid.”
Ia menjelaskan pernyataan Mawardi Nurdin terkait aksi demo IAIN di politisir, maka dirinya yang juga sebagai kandidat peserta Pemilukada tidak tahu pasti apakah diarahkan kepadanya atau ke kandidat lain.
“Atas nama masyarakat Kota Banda Aceh yang tinggal berseblahan dengan Masjid Raya Baiturrahman jelas-jelas saya menolak pembangunan mall dan hotel itu di kawasan Masjid Raya,” tegas Irwan lagi.
Statement itu seharusnya jangan dilontarkan tanpa dasar. Harus cukup bukti yang kuat, jangan asal tuduh dan bisa menimbulkan fitnah dikalangan masyarakat Kota Banda Aceh. Apalagi Mawardi sempat menyebutkan ada orang yang dibelakang aksi itu dan sengaja dimanfaatkan oleh lawan politiknya.
"Sikap Mawardi Nurdin itu “Paranoid” karena setiap apapun yang bertentangan dengan kebijakannya selalu dikaitkan dengan Pemilukada," demikian T. Irwan Djohan.