Banda Aceh — Kinerja DPRA selama dua tahun masa kerjanya memang masih dipertanyakan. Namun apakah DPRA hanya akan jalan di tempat?
Harapan tentu tidak demikian ujar Dosen Ilmu Politik Unimal, Naidi Faisal kepada The Globe Journal Selasa (24/1). Hanya saja, dinamika politik Aceh yang kadangkala terlihat begitu vulgar melahirkan pesimisme yang tinggi dari masyarakat. “Masyarakat masih pesimis dengan kinerja DPRA di Tahun 2012. Apalagi dari dua tahun itu, realisasi prolega sangat minim,” pungkas Naidi.
Partisipasi masyarakat untuk mengawasi kinerja DPRA perlu ditingkatkan. Soalnya, tak ada lembaga khusus yang punya hak untuk mengaudit kinerja DPR secara umum, khususnya DPRA di Aceh. Evaluasi kinerja DPRA hanya dikenal dengan istilah audit internal. “Audit itu hanya ada di internal DPRA sendiri,” katanya.
“Karena itu jika kita ingin kinerja DPRA lebih baik, maka masyarakat benar-benar harus menjadi pengawas yang bijak,” tandasnya lagi.
Terkait adanya tudingan mantan anggota DPRA periode lama yang menuding anggota DPRA periode saat ini tidak potensial, Naidi pada dasarnya tak bisa menampik fakta tersebut. “Secara keseluruhan kalau dibandingkan dengan DPRA dulu, ada kemunduran,” tegasnya.
Kendati demikian, dia juga tidak menampik bahwa ada kabar gembira soal keikutsertaan masyarakat sebagai partner DPRA. “Saya melihat ada keterlibatan Civil Society,” jelasnya. []