Jakarta — Kisruh kasus korupsi wisma atlet yang menyeret nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menciptakan konflik internal baru di Demokrat. Beredar kabar posisi Anas akan dikudeta oleh Marzuki Alie dan Andi Malaranggeng.
Akan hal itu, Marzuki Alie dan Andi Mallarangeng membantah berniat menjegal Anas Urbaningrum dari kursi Ketum Partai Demokrat. Keduanya menegaskan pengurus dan kader partai tetap solid di bawah kepemimpinan Anas.
"Saya sudah sampaikan, bagi saya politik adalah pengabdian, bukan ambisi. Saya masuk politik untuk mengabdi bukan untuk membuat masalah. Saya tidak pernah meminta jabatan," kata Marzuki dalam pesan singkat kepada wartawan, Rabu (25/1).
Penegasan yang sama disampaikan Ramadhan Pohan, mantan tim pemenangan Andi Mallarangeng di Kongres Demokrat. "1.000 persen tidak ada dalam pikiran AM ingin menggulingkan dan saya yakin tidak ada orang di Demokrat yang berpikir seperti itu," tegasnya.
Menurut Wakil Sekjen PD ini, isu perpecahan di internal Demokrat sengaja diembuskan untuk menyudutkan posisi partai. Karena itu partai melalui arahan Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono.
"Sebaiknya teman-teman juga berpikir ke sana. Jangan terpancing karena partai kita menghadapi masalah, jangan malah maju-mundur," kata Ramadhan. []
(okezone.com)