SerambiVariaAceh Perkuat Hubungan Indonesia dan Turki
Aceh Perkuat Hubungan Indonesia dan Turki
Nurul Fajri | The Globe Journal
Rabu, 11 Januari 2012 00:00 WIB
Banda Aceh - Propinsi Aceh bisa menjadi akses untuk menjalin hubungan kerjasama antara Indonesia dengan Negara Turki. Hal tersebut dikarenakan sejak masa kesultanan, Aceh punya hubungan erat dengan Turki, menjalin hubungan kerjasama di berbagai bidang.
“Dengan menggunakan akses Aceh yang sejak masa kesultanan punya hubungan erat dengan Turki, saya kira bisa digunakan sebagai penguatan kerjasama di berbagai bidang, termasuk ekonomi,” ujar mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Azyumardi Azra pada The Globe Journal, Selasa (10/1).
Dia mengatakan bahwa ditengah krisis ekonomi dan keuangan yang melanda Eropa seperti Yunani, Italia, Spanyol, dan negara-negara lain, Turki malah menjadi suatu kekuatan ekonomi yang semakin kuat di Benua Eropa dan daerah Timur Tengah sendiri.
Azyumardi yang menjadi salah satu panelis dalam Lokakarya Internasional ICAIOS dan Pascasarjana IAIN Ar-Raniry dengan tema “Dari Anatolia hingga Aceh: Utsmani, Turki, dan Asia Tenggara” ini mengharapkan, dengan adanya hubungan emosional yang telah terbentuk antara Turki dan Aceh sejak abad ke-16, Turki tertarik untuk menanamkan investasi di Aceh, termasuk di bidang ekonomi dan pendidikan.
“Kita harap ada peningkatan kerjasama ekonomi dan pendidikan. Kita harap dengan semkin tingkat kerjasama ini, maka kerjasama di bidang pendidikan bisa ditingkatkan,” harapnya.
Dia mengatakan bahwa Yayasan Gulen sudah membangun enam sekolah Indonesia-Turki, yang merupakan sekolah unggulan di Indonesia, namun sekolah tersebut belum ada di Aceh. Dia mengharapkan setidaknya dengan kerjasama di bidang pendidikan tersebut, mahasiswa di Aceh mendapatkan kesempatan untuk belajar di Universitas unggulan di Turki.
“Syukur-syukur kalau misalnya terjadi tukar menukar mahasiswa. Mahasiswa dari Aceh bisa belajar di Turki, karena di Turki banyak universitas yang bagus dan mahasiswa Turki bisa belajar ke sini, bisa ke Unsyiah dan IAIN. Ini saya kita sangat penting ke depan,” ujarnya.
Azyumardi yang merupakan profesor di bidang sejarah ini menilai bahwa hubungan emosional antara Aceh dan Turki sangat kuat di masa lalu dan hubungan tersebut harus bisa lebih kuat lagi di masa yang akan datang, terutama di bidang ekonomi keuangan dan bidang pendidikan serta kebudayaan.
“Saya kira dengan begini, Aceh dan indonesia secara keseluruhan bersama turki bisa memberikan kontribusi lebih positif untuk perkembangan dan pertumbuhan demokrasi di negara-negara Arab sekarang ini,” jelasnya.
Dia mengatakan bahwa Indonesia dan Turki telah menjadi sebuah model bagi transisi demokrasi di Mesir, Turnisia, dan beberapa negara lain di kawasan Timur Tengah, karena kedua negara ini dalam konteks dunia islam adalah negara yang demokrasi. “Sering sekarang ini dengan perubahan yang terjadi di dunia Arab, yaitu kebangkitan demokrasi di dunia Arab, orang-orang sering melihat ke Indonesia dan Turki sebagai model,” tuturnya.