THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Teknologi»Perlukah Masyarakat Aceh Mewaspadai Kebocoran Nuklir Jepang ?


Perlukah Masyarakat Aceh Mewaspadai Kebocoran Nuklir Jepang ?
Alfan Raykhan Pane | The Globe Journal
Jum`at, 18 Maret 2011 00:00 WIB

Banda Aceh - Menyusul bocornya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Reaktor Nuklir No.1 Fukushima di Jepang, Rabu (16/03) media di seluruh dunia, termasuk turut memberitakan ledakan yang membuat panik masyarakat Jepang tersebut. Beberapa pekerja yang berada di lokasi mengalami luka-luka akibat ledakan ini. dan sedikitnya 4 orang tewas akibat ledakan reaktor Nuklir di Jepang tersebut, Selasa (15/03). 

Gempa bumi di Jepang yang berkekuatan 8,9 SR yang disusul tsunami terjadi, Jum'at (11/03) lalu (nyaris sama dengan gempa bumi dan tsunami Aceh, 26 Desember 2004-red). Meledaknya reaktor nuklir di negara yang canggih dan super ketat keamanannya ini membuat kita berpikir perihal rencana Pemerintah Indonesia yang akan mendirikan PLTN.

DR. Farid Maulana, M.Eng, Dosen Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala, yang yang dimintai tanggapannya oleh The Globe Journal menjelaskan," Mengenai dampak bocornya reaktor nuklir di Jepang kita (Pemerintah Aceh-red) tetap harus waspada, mengingat faktor arah angin juga berpengaruh. Sedangkan mengenai rencana pembangunan PLTN di Indonesia, perlu kajian komprehensif," ungkapnya.

Farid Maulana menambahkan," Persoalan pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia, harus dipikirkan. Tempatnya dimana? Kalau di Kalimantan, apakah lokasi, kebutuhan, keahlian serta kedisiplinan pekerja dan dan masyarakat sekitar lokasi reaktor tersebut sudah memadai ? Intinya harus dikaji lebih mendalam karena saling berkaitan dampak sosial, ekonomi, ekologi/lingkungan dan aspek lainnya," ungkap doktor lulusan Jepang tersebut.

Dampak Radio Aktif bagi manusia

Radio aktif adalah jenis zat yang ada di permukaan atau dalam gas, padat atau cair yang berbahaya bagi kondisi tubuh manusia. Radio Aktif berasal dari radio nuklida (radio isotop), inti tidak stabil karena energi yang berlebihan. Menurut situs atomicarchive.com, setidaknya ada tujuh efek yang merugikan tubuh manusia bila terkena kebocoran radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir.efek radiasi nuklir yang bocor, akibat terjangan tsunami jepang, reaktor nuklir yang meledak tersebut beresiko terhadap kondisi manusia diantaranya:

1. Rambut akan hilang dengan cepat bila terkena radiasi pada kisaran 200 Rems atau lebih. Rems adalah satuan kekuatan radioaktif.
2. Otak: sel-sel otak tidak akan rusak langsung kecuali terkena radiasi sebesar 5000 Rems atau lebih. Seperti jantung, radiasi membunuh sel-sel syaraf dan pembuluh darah serta dapat menyebabkan kejang dan kematian mendadak.
3. Kelenjar Gondok: kelenjar tiroid sangat rentan terhadap yodium radioaktif. Dalam jumlah tertentu, yodium radio aktif dapat menghancurkan sebagian atau seluruh tiroid.
4. Sistem peredaran darah: ketika seseorang terkena radiasi sekitar 100 Rems, jumlah limfosit darah akan berkurang, sehingga korban lebih rentan terhadap infeksi. Gejala awal adalah penyakit seperti flu. Menurut data ketika Nagasaki dan Hiroshima meledak, gejala akibat radiasi dapat berlangsung selama 10 tahun dan mungkin memiliki resiko jangka panjang seperti leukemia dan limfoma.
5. Hati: Ketika terkena radiasi berkekuatan 1000-5000 Rems, pembuluh darah akan rusak dan dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak.
6. Gastrointestinal: Radiasi dengan kekuatan 200 Rems akan menyebabkan kerusakan pada lapisan saluran pencernaan dan dapat menyebabkan mual, muntah dan diare berdarah.
7. Saluran Reproduksi: Cukup dengan daya radiasi di bawah 200 Rems, maka saluran reproduksi manusia akan rusak. Dalam jangka panjang, korban radiasi akan mengalami infertilitas.

Melihat dampak bahaya radiasi radioaktif ini, pemerintah Jepang segera menetapkan siaga tinggi menyusul kebocoran radioaktif potensial pada lima reaktor nuklir di dua lokasi. Tiga ribu warga yang tinggal di sekitar reaktor nuklir Fukushima Daiichi dengan radius 10 km segera dievakuasi. Sebanyak 14.000 orang yang hidup di bagian timur laut Jepang masih berada di lokasi sekitar Daiichi pun juga dievakuasi setelah menerima peringatan dari Tokyo Electric Power Co.

Jepang memiliki 54 reaktor dan 10 di antaranya telah ditutup terkait dengan bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah itu.(diolah dari berbagai sumber)







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close