THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Teknologi»Pemerintah Aceh Bantu Jaringan Internet untuk 10 Dayah


Pemerintah Aceh Bantu Jaringan Internet untuk 10 Dayah
Firman Hidayat | The Globe Journal
Rabu, 21 September 2011 00:00 WIB
Banda Aceh — Kepala Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD) Provinsi Aceh, Azhari Usman melalui Kepala Bidang Santri Dayah, Muhammad Nasir kepada The Globe Journal, Rabu (21/9) sore tadi mengatakan setelah empat tahun yang lalu dibantu pembangunan fisik dan sarana prasarana dayah. Maka dalam tahun 2011 ini, Pemerintah Aceh membangun kualitas sumber daya termasuk pengembangan internet di dayah atau pesantren di Aceh.

Dikatakannya ada 10 Dayah yang akan dibantu pengembangan internet itu. Kriterianya adalah dayah-dayah yang akan melakukan pendidikan berjenjang pada tahap perguruan tinggi atau lebih dikenal dengan istilah Mahad Ali. Lokasinya ada dibeberapa titik di Aceh, yaitu Dayah Abu Lam U Kabupaten Aceh Besar, Dayah Kuta Krueng Pidie, Dayah Mudi Mesra Samalanga, Dayah Tanah Mirah Bireuen, Institute Agama Islam (Insis) Baktiya Aceh Utara, Dayah Malikul Saleh Abu Panton, Dayah Darussalam Labuhan Haji dan Dayah Babussalam Aceh Barat.

“Sebenarnya ada dua dayah lagi yang dibantu jaringan internet, tapi saya lupa datanya,” kata Muhammad Nasir.

Terkait jumlah dayah di Aceh, M. Nasir mengungkapkan jumlah setiap tahunnya bertambah. Awalnya Pemerintah Aceh mendata ada sebanyak 600 dayah di Aceh, tapi sejak tahun 2010 hingga sekarang jumlahnya bertambah menjadi 1.113 unit dayah. “inilah tantangan kita disaat melakukan pengembangan dayah di Aceh karena terbentur dengan minimnya anggaran, sehingga banyak dayah yang belum diberikan bantuan oleh pemerintah,” kata Nasir.

Kata Nasir lagi, terkait dengan bantuan fisik untuk dayah selama empat tahun oleh Pemerintah Aceh itu merupakan kesepakatan yang dibuat pada tanggal 26 April 2008 di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Aceh pada acara rapat koordinasi dengan seluruh pimpinan dayah di Aceh. Saat itu semua dayah mengusulkan agar Pemerintah Aceh memberikan bantuan untuk pembangunan fisik dan sarana prasarana.

Kemudian mulai tahun ini bantuan fisik berubah menjadi pengembangan sumber daya. Selain membantu pengembangan internet di 10 dayah, Pemerintah Aceh juga akan memberangkatkan 20 orang tenaga pendidik dari dayah-dayah untuk beasiswa pendidikan S-2 ke Universitas Malang di Jawa Timur, pada Jum’at (23/9).

Pendidikan dayah hanya baru ada satu di Indonesia, yaitu di Aceh. Secara unsur produk hukumnya sudah sangat kuat dan termaktub dalam Undang-Undang Pemerintah Aceh (UU PA) Pasal 215, Qanun No.5 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Peraturan Gubernur (Pergub) No.47 Tahun 2010. “Sehingga baru-baru ini pihaknya sudah menjumpai pihak Kementerian Agama RI di Jakarta untuk membicarakan penyetaraan pendidikan dayah dengan pendidikan umum,” demikian Kepala Bidang Santri, Muhammad Nasir. 







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close