
Banda Aceh — Para pengguna internet di Indonesia diminta tetap memakai software aplikasi yang memiliki lisensi. “Waspadai memakai software yang bajakan, apalagi windows bajakan,”kata Wakil Direktur Indonesia Security Incedent Response Team on Internet Infarstructure (ID-SIRTII) Muhammad Salahuddin di Banda Aceh, Kamis (28/04/2011).
Di Indonesia sedikitnya ada 60 juta orang pengguna internet. Angka itu menunjukkan peringkat pertama di Asia Pasifik. Jumlah pengguna internet ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan semakin murahnya tarif pengunaan internet di Indonesia. “Aceh termasuk daerah yang paling besar pengguna internet di Indonesia,”kata Salahuddin. Beragam jenis kejahatan yang dapat menimpa penguna internet membuat ID-SIRTII mengadakan sosialisasi keamanan informasi di lima kota di Indonesia.
Roadshow sosialisasi keamanan informasi di lima kota di Indonesia ini di gelar di Hotel Hermes Palace di Banda Aceh. Dihadiri oleh para birokrat, pengusaha Internet Service Provider (ISP), pihak telekomunikasi, komunitas online dan tokoh-tokoh masyarakat. Salahuddin menambahkan, Indonesia memiliki 300 ISP yang tercatat. Dari angka itu yang baru memiliki izin sebanyak 178 ISP dan sisanya belum ada izin dan masih ilegal.
Dalam sesi diskusi, Pamadi Gesang Triyogo dari Komunitas Keamanan Informasi (KKI) mengatakan Indonesia merupakan peringkat ke 12 di dunia untuk tingkat pembajakan software. Bahkan ponsel yang semakin canggih kita gunakan maka semakin mudah di serang oleh hacker. Menurut Gesang lebih baik pakai ponsel yang layar hitam putih. Para hacker biasanya bermain di kartu kredit, debit online, online banking, anti virus, spyware, ponsel, laptop dan USB drive.
Gesang menyarankan agar hati-hati mengunakan software bajakan karena sangat mudah digunakan untuk kejahatan dalam dunia maya. “Sebaiknya gunakan software yang berlisensi, dan harus selalu update,”kata Gesang.
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas