
Moskow - Kaspersky Lab mengumumkan bahwa hampir 32 juta aplikasi dan file yang rentan terdeteksi pada banyak komputer di kuartal ke 3 (Q3) tahun 2010. Sepuluh kerentanan termasuk dari beberapa vendor yang mendistribusikan
patch pada periode 2007-2009.
Para penjahat cyber sering menggunakan kelemahan dalam kode program untuk mendapatkan akses ke data bahkan mengendalikan komputer target. Program berbahaya yang dirancang khusus untuk mengambil keuntungan dari kerentanan ini semakin luas. Mereka secara teratur mendominasi peringkat statistik malware bulanan yang disusun oleh para ahli di Kaspersky Lab. Sebut saja virus Stuxnet, yang mengeksploitasi bukan hanya satu tapi empat kerentanan di Microsoft Windows.
"Sebelumnya, para penjahat cyber menyerang kerentanan pada sistem operasi berbasis Microsoft Windows. Namun, selama beberapa tahun terakhir mereka telah mengalihkan fokus mereka untuk mencakup produk seperti Adobe Flash Player dan Adobe Reader," tulis Vyacheslav Zakorzhevsky, Senior Virus Analyst pada Kaspersky Lab yang di kutip
The Globe Journal. "Akibatnya, produk baru yang disebut Adobe Updater dirilis untuk melakukan fungsi yang mirip dengan Windows Update: download otomatis dan instalasi patch untuk program yang diinstal pada komputer pengguna. Saat ini, Java yang juga memiliki kerentanan telah dijadikan targetkan, telah mencoba untuk mengatasinya dengan mengeluarkan
autoupdate," lanjutnya.
Sayangnya, banyak pengguna tidak secara teratur meng-
update perangkat lunak pada komputer mereka. Dalam rilisnya, Vyacheslav Zakorzhevsky sangat menganjurkan pengguna untuk melakukan beberapa hal untuk menghindari infeksi melalui perangkat lunak seperti, rutin memeriksa
update perangkat lunak, instal segera setelah
update dirilis, baca manual jika perlu, dan tidak mengklik link yang tidak diketahui atau tidak membuka email yang dikirim dari orang yang tidak dikenal. Menggunakan browser terkenal seperti Google Chrome, Mozilla Firefox dan Internet Explorer versi terbaru yang sudah mendukung filter
built-in yang memblokir situs-situs berbahaya seperti phishing, juga akan membantu mengurangi resiko terinfeksi malware.