
New York - Google dalam blognya pada Jum'at (22/10) telah mengakui bahwa kendaraan khusus yang mendokumentasikan jalan raya untuk layanan Google Street View telah mengumpulkan dan menyimpan e-mail, URL, dan password. Menurut Google, kesalahan teknis tersebut telah terjadi di lebih dari 30 negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, sebagian Eropa, dan sebagian Asia.
"Kami telah melakukan kegagalan besar disini," tulis Wakil Presiden Senior Bidang Teknik dan Riset, Alan Eustace, dalam blog Google yang di kutip
The Globe Journal dari CNN. Dan ia juga menambahkan bahwa Google telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menganalisis cara memperkuat privasi dan keamanan mereka.
"Kami akan menghapus datanya secepat mungkin, dan Saya memohon maaf sekali lagi atas fakta yang kami kumpulkan sebelumnya," tulis Eustace.
Menurut juru bicara Google, pertama kali mereka menyadari masalah ini ketika Otoritas Perlindungan Data di Jerman meminta Google untuk meninjau semua data yang dikumpulkan oleh kendaraan Street View sebagai pemeriksaan rutin. Selain lokasi jalan, kendaraan Street View juga mengumpulkan data
hotspot WiFi dalam rangka menambah database lokasi seperti Google Map untuk ponsel.
Ketika Google melihat datanya, ternyata semua informasi dari
hotspot WiFi yang tak terenkirpsi dikumpulkan dan tersimpan termasuk didalamnya e-mail, URL, dan password.
Google telah menghapus data yang tersimpan di Irlandia, Austria, Denmark dan Hong Kong, tapi negara lain telah membuka penyelidikan mereka sendiri dan Google belum diberikan izin dari pihak berwenang untuk menghapus data.
"Kami malu dengan apa yang terjadi, tapi kami yakin bahwa proses perubahan dan struktur secara signifikan akan meningkatkan privasi internal kami dan praktik keamanan untuk kepentingan seluruh pengguna kami," tutup Eustace.