
M. Husni Nurdin, Deputy Country Manager PT Epson Indonesia, mengatakan pihaknya akan meningkatkan kapasitas produksi sebesar 100% tahun ini. “Tahun ini kami investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi dari sebelumnya satu juta printer per bulan menjadi dua juta printer per bulan,” ujarnya disela-sela peluncuran seri printer terbaru L800.
Menurut Husni, Indonesia telah menjadi salah satu basis produksi penting printer Epson di dunia. Dari produksi tersebut, untuk pasar domestik hanya berkisar 2%-3%. Adapaun mayoritas produk yang dihasilkan dari pabrik di Cikarang dipasarkan ke berbagai negara tujuan ekspor.
Dia menambahkan nilai kapitalisasi pasar printer Epson saat ini termasuk yang paling tinggi jika dibandingkan dengan produsen printer lainnya di Indonesia dengan pertimbangan belum ada satu pun vendor printer yang secara khusus memiliki basis produksi di Indonesia di luar Epson yang didukung sekitar 15.000 karyawan.
Epson meluncurkan printer seri L800 yang segera dipasarkan awal Juni 2011 yang diklaim sebagai model printer ink tank system atau printer sistem infus ketiga setelah seri L100 dan L200.
L800 yang akan dipasarkan sekitar US$272 belum termasuk pajak tersebut, paparnya, adalah printer yang menyediakan enam warna sistem ink tank dan mampu mencetak foto dengan kualitas baik. Printer fungsi tunggal atau khusus keperluan mencetak itu secara volume diproyeksikan tidak akan terjual dalam volume besar dibandingkan dua seri sebelumnya.
Di Banda Aceh, printer EPSON dapat diperoleh di toko eBarang.com yang berbasis di Jeulingke. Tipe yang laris saat ini adalah L100 dan L200 yang memiliki teknologi infus bawaan pabrik dengan harga jual 1.300.000 dan 1.800.000.
Menurut Husni, pihaknya berharap printer teknologi baru itu dapat memperkuat pangsa pasar Epson secara total yang di kisaran 47% menjadi 50%. Husni menegaskan dengan L800 pihaknya ingin mengandalkan printer kelas menengah atas sebagai kontributor terbesar yang kini sudah mencapai 80%. Adapun teknologi ink tank system yang sudah diperkenalkan pada 2010 itu merupakan teknologi proprietary atau teknologi yang dikembangkan sendiri Epson.
Teknologi serupa juga telah dikembangkan satu pesaingnya namun masih melibatkan pihak ketiga di industri itu. Menurut rencana, Epson akan mengupayakan produksi prnter teknologi baru di Cikarang mulai tahun depan. Saat ini pabrik printer itu baru fokus pada riset dan desain produk dengan telah melibatkan komponen dan sumber daya lokal.
Secara nasional, pasar printer dot matrix, Epson menjadi penguasa pasar dengan pangsa 95% dan menguasai 70% pasar printer untuk kebutuhan point of sales diantaranya mesin pendukung kasir, parkir, bank. Di jenis printer inkjet, Epson menguasai 28% pasar.
eBarang.com menjual varian produk Epson printer dan juga projector. Bahkan kebutuhan terhadap printer dot matrix saat ini sangat banyak yang menyebabkan membludaknya indent (pemesanan-Red) untuk produk tipe LX300+II dan PLQ20.
[bisnis.com-TGJ]
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas