THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Sosok»Nazar : Pilkada 2012 Warga Harus Berani Lawan Ancaman


Nazar : Pilkada 2012 Warga Harus Berani Lawan Ancaman
Hayatullah Zuboidi | The Globe Journal
Senin, 06 Februari 2012 00:00 WIB
Banda Aceh-Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar yang menjabat pada periode 2007-2012 akan segera berakhir. Tanggal 8 Februari 2011 Nazar harus meninggalkan pakaian dinasnya menjadi manusia biasa yang tidak lagi dikawal jika hendak kemana-mana.

Ditengah-tengah kesibukannya memimpin masyarakat, dirinya juga sangat aktif dalam hal keorganisasian. Salah satu organisasi dibawah naungannya adalah Pramuka, Koniry, PII, dan berbagai Omas Islam lainnya. Nazar bertekat setelah masa jabatannya kelar, dirinya akan lebih fokus mengurus organisasi kesayangannya itu.

“Kalau tidak ada kesibukan jabatan, makin lebih banyak saya bisa beramal. Sampai sekarang saya masih pimpinan organisasi. Tentu lebih banyak waktu lagi nanti, sambil menunggu pemilihan,” ujar putra Pidie Jaya itu, Senin (6/2) di Banda Aceh.

Nazar mengakui selama ia menjabat tidak pernah libur, bahkan ia tidak mengambil cuti. “Tidak ada tanggal merah. Satu-satunya cuti ketika Jurkam pemenangan SBY. selain itu saya tidak cuti. Malah sampai setelah subuh baru bisa istirahat,” ungkap pendiri Partai SIRA tersebut.

Selain itu kata Nazar, selama lima tahun menjabat, tiga tahun Nazar lebih dominan dalam menjalankan program pemerintah. Sementara dua tahun setelah itu katanya Irwandi mulai memisahkan dirinya dari Nazar, sehingga seperti program JKA sendiri ditempel foto Irwandi saja.

Sebagai lulusan perguruan tinggi Islam, aktifitas Muhammad Nazar selama ini adalah menjadi khatib di mesjid-mesjid. Khutbah terakhirnya sebelum habis masa jabatan jumat yang lalu di Mesjid Raya Baiturrhaman Banda Aceh (3/2).

“Mudah-mudahan ke depan masih bisa ikut membangun, memimpin pembangunan. Masih banyak tugas lain, Selama ada jabatan pun, saya tidak tinggalkan itu semua,” imbuh Nazar.

Nazar sekarang mencalonkan diri kembali, tetapi bukan sebagai Wagub, tetapi sebagai Aceh 1, namun bukan dengan Irwandi Yusuf, tetapi dengan Nova Iriansyah. Ia berharap Pemilukada Aceh berjalan dengan damai, meskipun sempat mandeg-mandeg ditengah jalan, itu menjadi permasalahan baginya, yang penting semua kelompok bisa ikut serta dalam pesta demokrasi mendatang.

“Oleh karena itu, Pemilukada kali ini masyarakat harus lebih cerdas, harus lebih berani, tidak perlu takut diindimidasi, harus melawan, intimidasi, teror, pembodohan dan pembohongan. yang paling penting cerdaskan rakyat, menyelamatkan rakyat dan pembangunan. Kita tumbuhkan peradaban politik yang bagus,” tutup Nazar.[003]










Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close