Banda Aceh - Seminggu sudah anak punk yang terjaring razia saat konser musik di Taman Budaya, Banda Aceh dibina di Sekolah Polisi Negara (SPN) Seulawah. Jumat (24/12) mereka akan dikembalikan ke orang tuanya masing-masing. Selama di SPN mereka terasa sangat nyaman, meskipun baru 10 hari mereka seperti keluarga sendiri dengan pembina disana.
Andri (21) punk asal Banda Aceh mengakui banyak sekali ibrah (pelajaran-red) yang didapatkan selama dalam pembinaan. Mulai dari shalat lima waktu sampai kedisiplinan lainnya. Mereka dikasih makan tiga kali sehari, dikasih pakaian dan perlengkapan lainnya.
“Banyak yang saya dapatkan disini, dulu sempat tinggal-tinggal salat, selama disini tidak pernah satu waktu pun terlewatkan, makan kami teratur, kami disini benar-benar dididik,”ujar Andri kepada The Globe Journal disela-sela istirahat usai baris-berbaris di SPN Selasa (20/12).
Namun yang membuat dirinya sedikit enggan adalah saat bangun pagi, karena mereka sering bangun pagi telat, sementara di SPN katanya mereka harus bangun lebih awal untuk senam kebugaran. Ada juga beberapa kawan Andri yang keras kepala, karena mereka baru kali ini mendapatkan binaan seperti ini sebab biasanya mereka bebas.
Selama di SPN mereka diberi nama Remaja Binaan. Saat malam tiba, mereka dibekali siraman rohani dan di suruh salat lima waktu bagi yang Islam, sementara non muslim diperbolehkan duduk saja dibelakang. Adri mengakui tidak ada kekerasan sedikitpun selama disana.
Sementara koordinator punk Banda Aceh, Yudi mengatakan hal yang sama dengan Andri bahwa mereka dibina sebaik-baiknya. Tidak ada sedikitpun melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Namun juga terasa asing ketika disana karena tidak bisa bebas.
“Hak Asasi Manusia dijunjung tinggi sama mereka, tidak ada main kekerasan disini. Kami disini dididik dengan baik,” ungkap Yudi.
Kapolda Aceh, Irjen Polisi Iskandar Hasan, mengatakan, mereka nanti tanggal 24 Desember 2011 akan diserahkan ke pemerintahan Kota Banda Aceh untuk ditindak lanjuti. Kapolda menjelaskan mereka disini dibina, dalam waktu yang seminggu ini mereka cukup ceria.
“Mereka bisa kita lihat punya bakat dalam banyak hal seperti menyanyi dan lain-lain, tetapi sekarang bagaimana menyalurkan bakat ini, supaya menjadi bakat yang berguna bagi masyarakat,”tukas Kapolda dengan meminta persetujuan remaja binaan itu. Mereka menjawab dengan ceria “Setuju”.