SerambiSosokDarni Sentil Partai Yang Tak Daftarkan Dirinya
Darni Sentil Partai Yang Tak Daftarkan Dirinya
Hayatullah Zuboidi | The Globe Journal
Kamis, 10 November 2011 00:00 WIB
Banda Aceh- Usai mendaftar ke KIP Aceh, Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. M. Darni Daud mengakui sebelumnya bakal maju melalui jalur partai. Tapi ternyata sejumlah partai kecil yang pernah mendekatinya tidak jadi mendukungnya dengan alasan yang tidak diungkapkan Darni.
Dalam pertemuannya dengan wartawan di Media Center, Darni sempat menyentil partai-partai yang tidak mencalonkan kandidatnya untuk maju dalam Pemilukada Aceh.
“Partai itu kan pada dasarnya untuk mempengaruhi dalam kebijakan. Karena itu, harus ikut dalam Pemilukada untuk merebut kekuasaan. Kalau mereka tidak mencalonkan kandidatnya, itu sama saja dengan paguyuban masyarakat biasa,” kata Darni didepan sejumlah wartawan, Kamis (10/11).
Kesal dengan sikap partai itu, Darni akhirnya memilih jalur perseorangan yang dianggapnya lebih demokratis karena berbasis pada dukungan masyarakat secara riil. Tak tanggung-tanggung, ia mengaku sudah mengantongi 1,6 juta dukungan masyarakat Aceh.
“Tapi kita serahkan ke KIP sementara ini lebih dari 200 ribu dukungan. Jika nanti diperlukan lagi, kita akan serahkan lebih banyak lagi. Berapa persen pun diminta, kita siap,” katanya.
Ketika ditanya tentang alasannya mendaftar saat ini, Darni mengaku kalau semua itu sudah ia rencanakan sejak awal. “Dengan ilmu politik yang saya kuasai, saya sudah tahu kalau Pemilukada ini akan ditunda. Saya pun sudah tahu kalau masa pendaftaran kandidat akan dibuka lagi. Makanya saya tidak mau mendaftar pada periode yang sebelumnya. Saya memilih mendaftar sekarang,” katanya.
Bahkan ia sendiri yakin, Pemilukada Aceh akan ditunda hingga tahun depan. Tapi Darni mengaku siap untuk bersaing kapan saja.
Dalam press conference yang berlangsung di Media Center KIP Aceh, Darni Daud juga menyebutkan berbagai alasan mengapa ia memilih Ahmad Fauzi sebagai pendampingnya.
“Saya memilih pendamping itu melalui seleksi yang ketat yang dilakukan oleh tim saya,” katanya.
Semula , kata Darni, ada 36 kandidat wakil yang sudah masuk dalam daftarnya. Tapi setelah melalui seleksi ketat, pilihan jatuh kepada DR Ahmad Fauzi.
“Dia seorang akademisi senior dan menguasai ilmu politik dan agama dengan baik,” katanya. Ahmad Fauzi berasal dari wilayah Aceh Timur sedangkan istrinya dari Aceh Besar. Sementara Darni sendiri berasal dari Pidie Jaya dengan istri dari Aceh Tengah. Ia pun mengaku punya menantu dari Simeulue.
“Maka jelaslah kalau kami berasal dari wilayah yang beragam, sama seperti masyarakat Aceh yang juga beragam. Inilah salah satu kekuatan kami untuk maju dalam pemilukada,” katanya.