THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Sosial»Warga Nilai Gertak Irwandi untuk Pencitraan Politik Basi


Warga Nilai Gertak Irwandi untuk Pencitraan Politik Basi
Muhajir Juli | The Globe Journal
Sabtu, 10 Desember 2011 00:00 WIB
Bireuen- Aksi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf memburu kontraktor nakal di ujung waktu kepemimpinannya sebagai Aceh 1 mulai menuai kecaman dari rakyat kelas bawah yang terlanjur kecewa. Bahkan aksi Irwandi di cap sebagai raja pencitraan, namun sudah dianggap basi.

Hal ini dikatakan oleh Taufik (24) warga Peusangan, Sabtu (10/12) saat dimintai pendapatnya oleh The Globe Journal. Menurut pedagang martabak itu aksi yang dilakukan oleh gubernur Aceh merupakan pola lama. Dia mengatakan kalau memang sang gubernur serius mau memberantas kontraktor nakal, kenapa itu tidak dilakukan dari dulu. mengapa mesti di ujung masa kepemimpinannya?.

"Kalau pak Gubernur serius mau menghajar kontraktor nakal, mengapa sangat terlambat sekali beraksi? Dulu kemana beliau, kok mesti di ujung masa jabatan?," Kata Taufik.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Eva Amalia (23). Menurut mahasiswa Universitas Almuslim ini Iwandi sedang memainkan politik pencitraan. Seolah-olah dia sangat serius sekali memberantas korupsi dan kontraktor nakal. Padahal kita semua tahu banyak sekali pembangunan di Aceh itu tak berjalan maksimal karena ulah kontraktor nakal.

Bagi Eva aksi Irwandi di penghujung tahun merupakan aksi gaya-gayaan untuk menampakkan diri peduli dan berani kepada para "penjahat". Menurut mahasiswa yang minta jurusan kuliahnya tidak ditulis mengatakan dimatanya Irwandi merupakan rajanya pelaku pencitraan di Aceh. Namun kali ini Irwandi telah salah mengukur, orang kampung tak lagi bodoh dan sudah cukup kecewa dengan kinerja Pemerintah Aceh.

Pernyataan yang lebih keras dikatakan oleh Ishak Ismail warga Kecamatan Juli. Petani pinang itu mengatakan saban hari dia melihat ulah kontarktor nakal yang membangun jalan namun setelah dua bulan jalan kembali hancur. Namun tak pernah mendapatkan hukuman dari pemerintah. Tiba-tiba dia membaca di Koran Irwandi mulai turun "kursi" dan memburu kontraktor nakal.

Menurutnya hal tersebut lucu sekali. Sebab sang gubernur baru peduli setelah dia hampir lengser dari kursi kekuasaan. Tentu saja aksi menjelang sore itu tidak akan berdampak apa-apa bagi Aceh. Bahkan semakin memperjelas bila selama ini Irwandi gagal mengatur anak buah, sehingga kontraktor jahat leluasa bekerja.

"Lucu that takalon Irwandi, bak akhee thon baroe gabuk. Barokon pu dipeugot? Ban ka beh mugreb baroe gabuk. Pane na jeut keubut lom nyan.  Watee ditron jak geureutak gob sang-sang ka nyoe that. Hana ji teupu nyan ka dipueluemah bangai droe han ek atoe aneuk buah," Timpal Ishak dalam bahasa Aceh yang kental. [003]






Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close