Bireuen - Warga Sarah Sirong Jaya, kecamatan Jeumpa, Bireuen mesih menempati rumah tak layak huni. Warga yang menghuni rumah itu rata-rata merupakan warga yang hidup dibawah garis kemiskinan. Sebanyak 50 unit rumah tak layak huni itu masih menggunakan dinding papan bekas, tepas dan rajutan daun kelapa, serta beratap daun rumbia.
Keuchik Sarah Sirong Jaya, Muklisin Muhammad kepada sejumlah wartawan Minggu (8/1) mengatakan, dari 180 KK yang menetap di kawasan Sarah Sirong Jaya, terdapat 50 rumah yang dinilai tak layak huni.Sementara untuk rumah bantuan korban konflik yang telah dibangun dan terbantu hanya sekitar 20 unit dari 85 rumah atau KK yang terdata sebagai korban konflik.
"Tapi yang paling banyak saat ini adalah rumah yang tak layak huni, karena rata-arta warga di Sarah Sirong Jaya, petani dan masih menggantungkan hidupnya dengan berkebun serta buruh pengumpul batu di aliran sungai," terangnya.
Lanjutnya, setiap tahun pihaknya tetap mengusulkan serta membuat permohonan dan proposal agar warganya mendapatkan bantuan rumah yang layak huni baik melalui pihak Kecamatan maupun dinas.
"Sejauh ini belum ada tanggapan yang nyata, kendati usaha kearah itu tetap dilakukan setiap tahunnya, walau pun belum membuah hasil yang maksimal seperti yang diharapkan warga," imbuhnya.
[001]