THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Sosial»Warga Minta Kelola Kapal Apung Situs Tsunami


Warga Minta Kelola Kapal Apung Situs Tsunami
Hayatullah Zuboidi | The Globe Journal
Selasa, 03 Januari 2012 00:00 WIB
Banda Aceh - Pembangunan situs tsunami PLTD Kapal Apung, Punge Blang Cut hampir rampung. Dalam hal ini masyarakat dan pemuda setempat menginginkan usai dibangun nanti masyarakat dilibatkan dalam pengelolaan karena kehadiran situs sejarah tersebut telah banyak membantu ekonomi warga sekitar.

Katua Pemuda Punge Blang Cut, Fauzi Daud mengatakan, selama ini sebanyak 100 masyarakat Punge terlibat dalam berbagai hal disana, dan mereka telah menjaga dengan baik aset tersebut seperti peralatan-peralatan kapal tanpa disponsori pemerintah. Sistem penjagaan dilakukan secara bergiliran.

Selama ini pendapatan perbulan seperti parkir dan tong sumbangan suka rela sebanyak kurang lebih tiga juta rupiah perbulan. Dua puluh persen masuk ke kas pemuda dan delapan puluh persen lagi untuk pekerja. Dua puluh persen tersebut digunakan pemuda untuk kebersihan dan membantu pengajian di masjid.

"Pendapatannya relatif, yang meningkat pada hari-hari besar saja seperti hari Minggu dan ada kegiatan besar seperti acara jemaah haji, dampaknya sangat besar kepada kami," ujar Fauzi didampingi beberapa kepala dusun Punge, Selasa (3/1) di Banda Aceh.

Tambah Fauzi, selama masa pembangunan fisik pihak kontraktor juga melibatkan pemuda, namun sedikit kecewa saat perancangan/design tidak sedikitpun dilibatkan masyarakat. Misalnya disekelilingnya mesti dibangun kios-kios kecil tempat masyarakat berjualan, drainase, tempat parkir yang luas dan sebagainya.

"Kita telah usulkan dibangun 25 kios, namun yang dibangun cuma enam saja, dan drainase dan WC umum sudah dibangun juga itupun setelah kita usul dan tugu korban tsunami," ungkap Fauzi.

Sementara itu seorang warga, Uni yang tanahnya akan dijadikan area parkir mengakui kepada The Globe Journal enggan memberi izin kepada pemerintah. Pasalnya pihak pemerintahan kota Banda Aceh menghargai tanahnya dengan murah.

"Saya tidak mau kasih, masak tanah kami dihargai semaunya mereka," imbuh Uni saat ditemui terpisah.

Pembangunan situs tsunami kapal terapung dikerjakan oleh PT. Transkomindo Pratama, yang menelan biaya lebih kurang 24 Milliar.






Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close