Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar secara resmi menutup program Skill Training Employment Promotion (STEP) atas kerjasama Swiss Contact dengan Pemerintah Aceh sejak Januari 2010 hingga Desember 2011.
Dengan ditutupnya program ini maka seluruh kegiatan STEP Swiss Contact juga berakhir. Closing program itu berlangsung di Aula SMK 1-3 Banda Aceh dengan dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Manager Swiss Contact, Deputi Project Managej STEP dan sejumlah peserta yang menerima manfaat dari program tersebut.
Deputi Project Manager, T.M Ariaman mengatakan untuk kelanjutan program tersebut harus dioptimalkan Mobil Training Unit (MTU) yang ada di SMK 1-3 Banda Aceh. Program STEP ini dimulai pada Januari 2010 sampai Desember 2011 dengan kerjasama Pemerintah Aceh, Dinas Pendidikan Aceh, Balai Latihan Kerja, Dinas Tenaga Kerja Aceh dalam kegiatan pemagangan dan pelatihan-pelatihan.
Peningkatan Skiil dikembalikan ke SMK untuk menjaa kualitas pelatihan yang sudah dilakukan dalam program STEP. “Setidaknya ada 80 persen peserta training mampu meningkatkan ketrampilannya,” kata Ariaman. Peserta yang ditraining melalui MTU itu ditargetkan sebanyak 6.000 orang. Namun selama dua tahun program STEP ini hanya terealisasi 1.350 peserta atau hanya 30 persen dari harapan.
Pada kesempatan itu, Manager Swiss Contact, Caroline Fesenberg mengatakan keberadaan Swiss Contact di Aceh sudah 6(enam) tahun atau tepatnya Juli 2005. Sedangkan di Indonesia sejak tahun 1971. Yayasan Swiss Contact ini bertujuan untuk melakukan pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, Zulkifli Saidi dalam sambutannya pada acara closing program STEP itu mengatakan ada 4(empat) unit Mobil Training Unit yang akan stanby di SMK 1-3 Banda Aceh. Mobil ini selalu bergerak ke 22 kabupaten kota di Aceh kecuali Kabupaten Siemeulu.
Kedepan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan akan memanfatkan Mobil Training Unit ini untuk masyarakat yang menganggur.
Usai closing program STEP ini, Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar kepada sejumlah wartawan menyampaikan terima kasih kepada Swiss Contact yang telah melakukan program STEP ini untuk meningkatkan skill atau ketrampilan SDM di Aceh.
Apa yang diberikan Swiss Contact ini adalah modal dasar dan stimulus untuk mendorong kegiatan peningkatan skill dan SDM di Aceh. “Kalau bisa berlanjut, maka dunia pendidikan di Aceh jangan pelit,” demikian Muhammad Nazar.