SerambiSosialSerangan Jantung, Mantan Kadistan Bireuen Wafat
Serangan Jantung, Mantan Kadistan Bireuen Wafat
Zulhelmi I The Globe Journal
Minggu, 04 Desember 2011 00:00 WIB
Bireuen-Mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen Ir Bustami Hamid meninggal dunia di rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh, Minggu (4/12) pukul 11.30 WIB setelah hampir dua pekan menjalani perawatan intensif akibat menderita serangan jantung.
Bustami Hamid meninggal dunia dalam usia 54 tahun, meninggalkan isteri bernama Rusliyati (45) serta dua putera yakni Arief Munandar dan Arizal Munandar, keduanya tercatat sebagai mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Almarhum Bustami Hamid terakhir dipercaya sebagai Staf Ahli Bupati Bireuen membidangi Pemerintahan dan Invenstasi Daerah. Tiga pekan sebelum wafat, Bustami baru melepaskan jabatannya sebagai Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bireuen.
Antara tahun 2004 - 2006, almarhum Bustami Hamid juga pernah menjabat Kepala Dinas Pertanian di Kabupaten Aceh Singkil. Penempatannya sebagai pejabat eselon berawal sebagai kepala Balai Benih Induk (BBI) di Keumala, Kabupaten Pidie dalam kurun waktu empat tahun hingga 1998.
Beberapa bulan menjabat kepala BBI, Bustami ditarik sebagai Kadis Pertanian Kabupaten Bireuen. Seiring pasang surut pergantian pimpinan daerah setempat, sekembalinya dari Aceh Singkil, almarhum sempat menjabat sebagai Kadis BPM, Kaban Penyuluhan/Ketahanan Pangan, Kadis Sosial dan Staf Ahli Bupati di kota kelahirannya.
Di kalangan kerabatnya, Bustami dikenal sebagai sosok yang supel dan akrab. Almarhum memiliki pergaulan yang luas dengan hampir semua kalangan di Bireuen, Banda Aceh, Jakarta bahkan di seluruh kabupaten/kota di Aceh, terutama rekan sejawatnya di dunia pertanian/perkebunan.
Di kalangan wartawan di Bireuen, Bustami dikenal sebagai sosok yang sangat peramah. Bahkan almarhum semasa hidupnya, sangat sering bertandang pada siang dan malam hari ke kantor PWI Perwakilan Bireuen di bilangan Jalan T Nyak Arief kota itu.
Ketua PWI Bireuen Abdul Hadi Djuli mengatakan, Bustami hampir separuh hidupnya digunakan untuk bergaul bersama masyarakat, terutama kalangan pers.
"Almarhum sudah menjadi bagian dari kita semua. Kita sangat berduka dan kehilangan, semoga arwahnya mendapat tempat yang layak disisi Allah SWT," tukas Ketua PWI Bireuen, menunggu kedatangan jenazah almarhum dari Banda ke Bireuen.
Secara terpisah, Bupati Bireuen Drs Nurdin Abdul Rahman kepada sejumlah wartawan menyampaikan, atas nama pribadi dan pemerintah setempat, pihaknya menyampaikan ungkapan duka dan rasa belasungkawa sekaligus kehilangan seorang putera terbaik di daerah itu.
Menurut bupati, Bustami dikenalnya sebagai sosok yang enerjik, pekerja keras dan memiliki kemampuan yang selalu bisa diandalkan, terutama dalam kapasitasnya sebagai ahli di bidang pertanian. [003]