
Banda Aceh- Komisi Penanggulangan Aids Provinsi Aceh bekerja sama dengan CAJP (Commite Aceh For Justice and Peace), Ayomi, Play (Peace,Love, Aceh Youth), dan Kamus menggelar kampanye dalam memperingati hari anti AIDS sedunia, Kamis (1/12) di beberapa titik di Kota Banda Aceh.
Dalam kegiatan tersebut, KPAP Aceh melibatkan sekitar 70 remaja Aceh untuk ikut turun ke jalan untuk membagikan media KIE komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat kota Banda Aceh berupa pin, brosur, stiker, dan juga poster.
“Aksi ini dilakukan untuk mengkampanyekan kepada masyarakat bahwa di Aceh sudah ada kasus HIV/AIDS,” ujar Koordinator Lapangan, Kariem Laweung pada The Globe Journal, Kamis (1/12) saat ditemui di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh.
Aksi kampanye anti AIDS tersebut diadakan di beberapa titik antara lain Bundaran Simpang Lima, Simpang Jam, dan Simpang Surabaya. Aksi gabungan ini bertujuan agar tidak ada lagi diskriminasi bagi para penderita AIDS yang dilakukan oleh masyarakat.
“Aksi ini untuk mengkampanyekan agar tidak ada lagi diksriminasi bagi para penderita AIDS dan juga mengajak masyarakat agar turut berperan serta untuk menjaga anak-anaknya agar tidak terlibat ke dalam seks bebas dan perbuatan yang melanggar norma,” papar Kariem.
Dia juga menyebutkan bahwa selama tahun 2004 hingga November tahun 2011 ini jumlah penderita AIDS yang ada di Aceh tercatat sebanyak 102 kasus. “Dari data yang kami terima dari KPA sampai November 2011 ini tercatat 102 kasus. 23 orang diantaranya meninggal, sedangkan 76 orang masih dikontrol dan diberikan pengobatan oleh KPA,” sebutnya.
Kariem mengatakan bahwa para penderita AIDS tersebut disebabkan oleh hubungan seks bebas, hetero seks, serta pemakaian jarum suntik. Selain itu Staf KPAP Aceh, Dewi, juga mengharapkan bahwa orang-orang yang berkemungkinan terkena HIV segera memerikasakan dirinya. “Kebiasaan orang akan memeriksa ketika sudah positif AIDS, bukan ketika masih virus HIV,” ujarnya.
Dewi menjelaskan bahwa para penderita HIV diberikan obat anti retroviral (ARV) secara rutin. Obat tersebut bukan untuk menyembuhkan namun bisa membuat virus HIV seperti terkarantina sehingga tidak aktif berkembang di dalam tubuh. “Kalau mereka mau minum obat secara rutin, para penderita itu malah lebih sehat daripada orang biasanya,” kata Dewi. [003]
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas