Jakarta — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyatakan pimpinan KPK tetap kompak dalam upaya pemberantasan korupsi, walaupun dalam mengumumkan Miranda Swaray Goeltom sebagai tersangka cek pelawat, tidak didampingi pimpinan lainnya.
"Kita tetap solid sampai saat ini, kita tetap kompak," ujar Abraham Samad di Gedung KPK, Kamis (26/1).
Dalam mengumumkan penetapan Miranda Swaray Goeltom sebagai tersangka cek pelawat berupa suap kepada Anggota DPR Komisi IX periode 1999-2004 dalam pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia 2004, hanya diumumkan oleh Abraham Samad dengan didampingi Juru bicara KPK Johan Budi SP. Dia tidak didampingi pimpinan lain seperti Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, Zulkarnaen, dan Busyro Muqoddas.
Abraham Samad mengatakan, hubungan antara dirinya dengan empat pimpinan lainnya lebih dari persahabatan. "Sudah kayak saudara," tegasnya.
Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, jika dalam konferensi pers mengenai penetapan Miranda Swaray Goeltom sebagai tersangka, Ketua KPK hanya didampinginya, maka hal itu tidak berarti ada masalah di antara pimpinan. "Astagfirullah," ujarnya. "Asumsi yang terjadi tidak seperti itu. Pimpinan KPK sangat kompak”. []
(inilah.com)