Bireuen - Petani di kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen dilaporkan gagal tanam akibat kawasan itu hampir sepekan digenangi air hujan. Sementara bibit yang sudah siap untuk ditanam terbawa arus banjir, seluruh bibit padi itu pun menghilang dibawa arus.
Gagal tanam itu dirasakan petani desa Blang Mee, Abuek Usong, Abeuk Tingkem, Cot Ulim, Blang Seumpeng, sebagian dari kawasan persawahan Blang Bladeh Kecamatan Jeumpa. Sekretaris Desa Blang Mee, Azili Muhammad kepada wartawan Senin (16/1) mengatakan, banjir yang melanda kawasan itu rata-rata disebabkan air kiriman dari kawasan perbukitan serta meluapnya saluran irigasi.
"Selama ini, kawasan kami kerap terjadi banjir saat musim hujan tiba, sehingga para petani selalu merugi, karena bibit padi yang siap tanam disapu air, sehingga harus membeli bibit baru," katanya.
Banjir itu sambungnya diakibatkan karena sistem irigasi yang tidak sempurna secara fisik. Saluran pembuangan air irigasi macet, sehingga menyebabkan luapan air tersebut langsung menghantam areal persawahan. []