Banda Aceh — General Manager PLN Aceh, Sulaiman Daud melalui Kepala Humasnya Said Mukarram mengatakan untuk memperbaiki kembali tower permanen yang rusak akibat digergaji oleh orang tak dikenal itu butuh waktu lebih kurang satu bulan. Namun karena pondasinya sudah ada maka diperkirakan butuh waktu tiga minggu baru normal kembali.
Ia menjelaskan sebenarnya pasokan listrik saat ini sudah mulai normal karena PLN sudah memasang tower darurat. “Kita sedang benahi tower yang rusak sampai tower yang permanen selesai dikerjakan,” kata Said saat dihubungi The Globe Journal, Senin (09/1) siang tadi.
Menurutnya Sepanjang jalur Banda Aceh sampai perbatasan Sumatera Utara, jumlah tower listrik permanen sebanyak 600-an unit. Sedangkan yang mengalami kerusakan adalah tower yang bernomor 354, kemudian tower yang disampingnya bernomor 353 juga mengalami kerusakan tiang kakinya. “Dua unit tower inilah yang sekarang sedang diperbaiki,” tandas Said lagi.
Saat ini pihaknya memakai tower darurat untuk memulihkan kondisi listrik sambil menunggu tower permanent selesai. Menurut Said, untuk memperbaiki tower-tower itu membutuhkan waktu lebih kurang satu bulan atau karena pondasinya sudah ada paling telat bisa mencapai tiga minggu.
Sebelumnya tower nomor 354 digergaji oleh orang tak dikenal di kawasan Siujuk, Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, pada Minggu (08/1). Akibatnya sepanjang Aceh Utara sampai Banda Aceh mengalami pemadaman listrik secara bergilir.
Sejumlah warga sangat mengharapkan agar pasokan listrik ini dapat segera berangsur normal kembali sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.