Jakarta - Yayasan Solidaritas Nusa Bangsa, mengatakan banyak yang bisa dilakukan oleh etnis Tionghoa, untuk lebih terlibat dalam kehidupan bernegara dan berbangsa, termasuk duduk di pemerintahan.
"Jangan alergi terhadap politik, jangan alergi terhadap (menjadi) pegawai negeri sipil, banyak yang bisa dilakukan orang Tionghoa untuk negara," ujar Ketua Yayasan Solidaritas Nusa Bangsa, Ester Yusuf, dalam diskusi bertajuk "Imlek dan Kiprah Tionghoa Kini" di Jakarta, Sabtu (21/1).
Menurut Ester, tidak hanya bagi etnis mereka sendiri, keikutsertaan etnis Tionghoa dalam pemerintahan setidaknya bisa menjadi perwakilan untuk terlibat dalam produk-produk hukum yang sangat berdampak bagi kehidupan sehari-hari mereka dan secara umum. Seperti aturan tentang kerukunan beragama, tentang produk halal dan lainnya.
Ester mengakui, meski sebenarnya aturan telah membuka kesempatan bagi kalangan mereka untuk terlibat di pemerintahan, ternyata ketakutan itu muncul dari pribadi etnis Tinonghoa. Seperti ada trauma masa lalu.
"Ya memang seperti ada trauma dari masa lalu, kalau ikut politik lalu hilang tak kembali, jangankan ikut politik, ikut organisasi yang dianggap mencurigakan saja ada ketakutan, itu seperti jadi peringatan keras. Lalu banyak orang-orang tua melarang anak-anaknya terlibat dalam politik," jelasnya.
Padahal, kata dia, kini sebagian etnis Tionghoa bahkan sudah bersemangat untuk terlibat dalam pemerintahan. Ester juga lega ada keterwakilan mereka di DPR RI. []
(inilah.com)