SerambiSosialMahasiswa Malaysia Di Aceh Gelisah dengan Penembakan
Mahasiswa Malaysia Di Aceh Gelisah dengan Penembakan
Hayatullah Zuboidi | The Globe Journal
Senin, 09 Januari 2012 00:00 WIB
Banda Aceh - Penembakan terhadap warga akhir-akhir ini teryata bukan orang Aceh saja yang prihatin, akan tetapi mahasiswa asal Malaysia yang sedang menimba ilmu di Serambi Mekkah juga ikut gelisah. Pasalnya, mereka khawatir dengan kondisi Aceh seperti saat ini.
“Kami anak Malaysia takut sekali, penembakan dimana-mana,”ungkap Muhammad Ilyas mahasiswa asal Malaysia yang kuliah di jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry, Banda Aceh kepada The Globe Journal, Senin (9/1).
Kata Ilyas informasi penembakan di Aceh sudah diketahui orang tuanya di Malaysia. Ilyas sempat ditelpon oleh orang tuanya diingatkan untuk sangat berhati-hati selama berada di Aceh. “Beberapa kawan kami tak berani lagi keluar malam untuk belanja,” tukas Ilyas lagi.
Selain Ilyas, hal itu juga diakui Salam, mahasiswa asal Malaysia yang kuliah di jurusan Manajemen Dakwah (DMD), bahwa dirinya juga di telpon orang tuanya untuk diingatkan menjaga diri baik-baik di Aceh. Lanjut Salam, akhir bulan ini dirinya akan pulang sebentar ke Malaysia, kebetulan kuliahnya juga sedang libur usai ujian akhir semester.
Salam selama ini merasa sangat nyaman di Aceh sebelum ada peristiwa penembakan tersebut. Mereka banyak bergabung organisasi atau komunitas anak-anak Aceh. Katanya lagi, selama ini ada yang bilang mereka itu sombong, sebenarnya mereka hanya menjaga batas, misalnya antara laki-laki dengan perempuan.
“Kami malu kalau ketahuan ke Malaysia kami dekat-dekat sama perempuan disini, karena syarat kami bisa kuliah ke Aceh harus menghafal Alquran 30 juz,” ujar Salam.
Mahasiswa negeri jiran itu banyak yang kuliah di IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Ditanya kenapa mereka tidak kuliah di Unsyiah, katanya mereka tidak ada kerjasama dengan Unsyiah, yang ada hanya dengan IAIN.