Banda Aceh - BEMA IAIN Ar-Raniry mengadakan aksi penolakan pembangunan Best Western Hotel dan Mall di samping Mesjid Raya Banda Aceh. Aksi ini dilakukan di depan Kantor DPRK Banda Aceh, Kamis (12/1).
"Pembangunan hotel di dekat mesjid di dekat mesjid raya telah mengotori kesucian mesjid raya. Siapa yang bisa menjamin kesucian mesjid raya setelah satu-dua tahun kedepan!" ujar Aria Sandra
Dalam aksi tersebut mereka meminta kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota(DPRK) Banda Aceh untuk membatalkan perizinan pembangunan hotel mewah di tanah bekas Geunta Plaza tersebut.
"Kami tidak ingin aceh dinodai dengan pembangunan hotel di depan mesjid raya Baiturrahman,"
Tidak hanya itu, mereka juga mempertanyakan kebijakan syariat islam yang telah digembar-gemborkan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh tersebut. Mereka menilai kebijakan pemko dan DPRK Banda Aceh telah melanggar nilai-nilai syariat Islam, karena perizinan membangun Best Western Hotel dan Mall di samping Mesjid Raya Baiturrahman dapat mengundang maksiat dan menodai kesucian mesjid tersebut.
Setelah setengah jam berorasi di depan kantor DPRK Banda Aceh, mereka meminta agar dapat berbicara dengan anggota DPRK untuk meminta anggota dewan mencabut izin tentang pembangunan hotel tersebut.
"Semua aspirasi diterima dan pertimbangkan dan dengan anggota dewan, pemko dan akan cari jalan terbalik untuk kemaslahatan semua masyarakat Kota Banda Aceh," ujar ketua Komisi A DPRK Banda Aceh, Amrunsyah Yahya didampingi oleh Sekretaris Dewan, Ansarullah, pada para mahasiswa yang datang menyampaikan aspirasi tersebut.
Didepan mahasiswa tersebut Amrun mengatakan bahwa akan membahas kembali tentang peraturan dan izin pembangunan hotel di dekat ikon Kota Banda Aceh tersebut. "Jika memang tempat itu nantinya jadi maksiat, maka saya adalah orang pertama yang akan memberantas maksiat tersebut," ujarnya. [Yul]