Banda Aceh - Aksi solidaritas untuk Sondang Hutagalung terus saja mengalir di berbagai penjuru di Indonesia. Tak ketinggalan di Aceh, Sabtu (17/12) Malam. Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Aceh mengadakan renungan malam dengan tema “Solidarita Aceh untuk Sondang Hutagalung” di Taman Ratu Safiatuddin.
Ketua GMNI Aceh Aramiko kepada The Globe Journal mengatakan aksi ini murni dari hati nurani paling dalam kepada Sondang mahasiswa semester akhir Universitas Bung Karno (UBK), yang meninggal karena bakar diri di depan Istana Presiden Jakarta. Sebagai mahasiswa kita sangat malu , bagaimana Sondang mengorbankan nyawanya untuk penuntasan kasus-kasus HAM yang terjadi di Indonesia, termasuk Aceh.
Sondang yang meninggal karena kecewa kepada kepemimpinan di negeri ini yang tidak menyelesaikan kasus-kasus pelanggran HAM. Meninggalnya Sondang mengingatkan kita jangan pernah lupa untuk terus berjuang mengadvokasi kembali isu-isu HAM yang terjadi di Aceh, ujar Miko.
Hal sama juga diungkap Fitri Winda Mahasiswa FKIP Bahasa Indonesia Unsyiah ,yang ikut aksi solidaritas. Fitri membawakan lagu dan puisi keperitihantinan. Sondang rela berkorban nyawa untuk membangkitkan semangat kaum muda khusus nya Mahasiswa tentang arti nilai-nilai perjuangan .
Pantauan The Globe Journal acara yang dimulai pukul 20.00-22.45 WIB dimulai dengan tabur bunga di foto Sondang, diskusi dan diakhiri musikalisasi puisi. [003]