Banda Aceh-Tiga pemuda yang mengakui kuliah di Fakultas Fisip Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar aksi di Simpang Lima Banda Aceh. Aksi tersebut sebagai refleksi solidaritas terhadap anak punk yang dibina di Sekolah Polisi Negara (SPN) Seulawah.
Ketiga pemuda itu membawa kertas karton yang bertuliskan "Negara seharusnya mlindungi bukan menghalagi kebebasan berserikat" dan "Punk juga manusia". Kedatangan mereka sekitar pukul 11.00 wib dengan membawa pengeras suara.
"Kami mengimbau masyarakat Banda Aceh untuk memakai pakaian rapi supaya tidak dibina di SPN, seperti tidak panjang rambut, pakaian koyak, baju lusuh," teriak Koordinator Aksi, Kukuh Bagus, Senin (19/12).
Menurut Kukuh, Kalau memang punk mau dibina, kenapa harus ke SPN, padahal kalau Aceh daerah yang bersyariat, maka mereka dibawa ke dinas sosial bukan ke SPN.
"Jangan gara-gara saya pakaian lusuh, maka saya tidak boleh tinggal lagi di Aceh," ungkap Kukuh.
Lanjutnya, jangan hanya alasan pembinaan mereka dibotaki, hanya alasan adat istiadat, mereka di cebur ke kolam, katanya itu semua omong kosong. Dan jangan salahkan mereka jika mereka kasar, karena mereka dididik dengan kasar. [003]