Banda Aceh-Sejumlah mahasiswa IAIN Ar-Raniry gencarkan Aksi depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Mereka menuntut DPRA cari solusi terhadap kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi beberapa hari terakhir.
Para mahasiswa meminta dewan menemui mereka untuk berjanji menyelesaikan permasalahan kelangkaan BBM tersebut. Para orator terlihat membawa spanduk yang bertuliskan "Dikemanakan Amanah Rakyat". Sepanduk itu berlandaskan janji dewan sebelum terpilih dulu, bahwa akan selalu punya waktu untuk kepentingan rakyat.
"Mereka menjajah kita, mereka menjajah kita," kata Sekjen Badan Eksekutif Mahasiswa (BEMA) IAIN Ar-Raniry, Khairul Bahri dengan menggunakan loadspeaker.
Setelah 30 menit mahasiswa berorasi, ketua DPRA, Hasbi Abdullah keluar menemui mahasiswa. Hasbi berjanji akan menyelesaikan masalah ini.
"Kemarin kami sudah panggil pertaminan, BBM untuk Aceh sudah ditambah, besok ada rapat lagi dengan beberapa pihak terkait, dan akan di bahas berapa jumlah kendaraan di Aceh, supaya disesuaikan stok premium untuk Aceh," tukas Hasbi depan puluhan mahasiswa.
Setelah mahasiswa mendengara jawaban dari ketua DPRA, mahasiswa minta bukti bukan sekedar janji saja. Mereka juga mempertanyakan permasalahan masih banyak masyarakat yang sensara di Aceh tidak ada lapangan kerja.
Setelah melakukan aksi di DPRA, mereka bergegas meninggalkan lokasi menuju kantor gubernur Aceh. Namun sesampaI mereka disana, mereka dicegat oleh petugas tidak diizinkan masuk halaman kantor gubernur. Sampai berita ini diturunkan mereka masih di cegat.