Bireuen - Sejumlah tokoh adat laot dan nelayan di Kecamatan Peudada, Bireuen mengharapkan Pemda setempat segera mengeruk kembali kuala pangkalan pendaratan ikan (PPI) Peudada yang masih dangkal. Dangkalnya kuala ini membuat para nelayan kewalahan melintasinya bila hendak melaut.
Harapan itu disampaikan sejumlah tokoh ada laot dan nelayan kepada Bupati Bireuen, Nurdin Abdul Rahman pada acara kenduri laot yang digelar di Desa Matang Pasie, Peudada, Rabu (11/1).
Menjawab permintaan itu, Bupati Bireuen Nurdin Abdul Rahman mengatakan, pemerintah tetap akan menyahuti keluhan serta harapan para nelayan, terkait pengerukan kuala PPI Peudada. "Namun yang sangat diperlukan dan dinilai mendasak adalah pembangunan Jeti di bibir kuala. Kalau pun dilakukan pengerukan namun tidak didukung dengan penahan jeti, maka bibir kuala akan tetap dangkal," jelasnya.
Nurdin menambahkan, pemerintah Bireuen bukan tidak peduli persoalan dangkalnya kuala tersebut. Hanya saja pada 2011 ini, anggaran untuk pengerukan kuala tersebut tidak dimasukkan. "Namun demikian tahun 2012 ini kita akan upayakan penggunakan dana provinsi," akunya.
Dia juga berjanji, tahun ini pihaknya tidak saja akan mengalokasikan anggaran untuk pengerukan kuala. Pihaknya juga akan membangun kembali sarana pendukung di PPI Peudada untuk memudahkan para nelayan disana. [Yul]