Bireuen — Mayoritas organisasi masyarakat (Ormas) dan LSM di Bireuen tak jelas keberadaannya. Alamat yang didaftarkan di Kesbanglinmas Bireuen justru palsu. Hal tersebut menyulitkan pihak Kesbanglinmas untuk memantau peran dan kinerjanya dalam menyokong upaya pemberdayaan masyarakat.
Fakta itu disampikan oleh Ketua Pemantauan Lapangan Kesbanglinmas Fakhrizal S Ag kepada The Globe Journal, Senin (30/1). Ditambahkannya, selama seminggu terakhir ini, kebanyakan alamat yang dicantumkan saat pertama mendaftar, sudah tidak ditempati. Bahkan tak jarang, alamat yang tertera merupakan lantai dua ruko yang bertebaran di kota Bireuen.
Fakhrizal tak sungkan membeberkan sejumlah nama Ormas yang dianggap liar itu. Sebut saja seperti Fathayat Nahdatul Ulama yang beralamat di jalan Ramai Nomor 17. Namun saat didatangi, itu adalah alamat sebuah toko jam. Ada pula Mahasiswa Pancasila yang beralamat di jalan Kuburan nomor 6 Bireuen, saat ini alamat tersebut merupakan rumah warga.
Hal yang sama juga untuk alamat LSM Membangun Aceh, Ikatan pedagang Obat Keliling, KAHMI Bireuen, Jadup, dan lain-lain. Menurut Fakhrijal, dengan tidak jelasnya alamat Ormas dan berbagai organisasi masyarakat, tentu saja akan sangat menyulitkan pihaknya saat melakukan monitoring dan pembinaan.
"Banyak lembaga masyarakat yang beralamat palsu. Dengan tidak jelasnya alamat, tentu akan membuat kesulitan bagi pihak kami saat melakukan pemantauan dan pembinaan," terangnya.
Dia berharap agar setelah membaca berita ini, pihak pengurus organisasi massa dan LSM yang telah habis masa aktif untuk segera mendaftar ulang. Hal tersebut merupakan amanah Permendagri nomor 5 tahun 1986 pasal 5 tentang lingkup, tatacara pemberitahuan kepada pemerintah serta papan nama dan lambang organisasi.
Saat ditanya sudah berapa lembaga yang mendaftar ulang, "Untuk kali ini baru LSM GaSAK yang mendaftar. Untuk itu saya berharap agar yang lain segera mendaftar ulang dan kami tak keliling seperti Ayu Ting-Ting mencari alamat, dan akhirnya menemukan alamat palsu," kata staff bidang administrasi Kesbanglinmas ini sambil melepas tawa. []