Bireuen — Musibah kebakaran yang terjadi di Matang Glumpang Dua yang tak mampu mengurangi kerugian pemilik tempat membuat masyarakat gerah dengan pelayanan cepat pihak pemadam. Masyarakat Bireuen mengatakan, seyogianya mobil padam di tempatkan di sejumlah kecamatan untuk mempercepat respon pemadaman.
"Guna menghindari tanggapan miring dari masyarakat, seharusnya Pemkab Bireuen dapat menempatkan mobil pemadam kebakaran di Kecamatan, satu diwilayah timur serta di wilayah barat," kata M Isda, seorang tokoh muda Kabupaten Bireuen kepada The Globe Journal (13/1).
Selama ini tambah Isda, mobil pemadam selalu berada di pusat Kabupaten. Akibatnya respon pemadaman kebaran lambat tertangani. Lain lagi soal insiden mobil pemadam yang kehabisan air.
"Seperti kebakaran yang terjadi di kota Matangglumpang Dua baru-baru ini. Mobil pemadam kahabisan air saat memulai pemadaman, ini kan lucu," tambahnya.
Terkait dengan desakan masyarakat Bireuen itu, Kabag Humas Setdakab Bireuen, Salamuddin yang ditanyai tanggapannya mengatakan, mobil pemadan tersebut belum layak di tempatkan di kecamatan.
“Keberadaan mobil pemadam di Bireuen tak memadai. Mungkin dinas terkait bisa mengajukan hal itu kepada atasan, itu pun bila memungkinkan," katanya.
Diakui Salamuddin, saat ini pemadam kabakaran di Bireuen hanya memiliki lima unit mobil pemadam. Tiga unit mobil tangki besar, sementara dua lagi mobil kecil dan hanya digunakan untuk menyuplai air saat operasional di lapangan. [Yul]