
Lhokseumawe — Berbagai tanggapan dari masyarakat muncul dalam menyikapi Hari Anti Korupsi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 9 Desember setiap tahunnya. Hingga saat ini, Indonesia masih masuk “nominasi” sebagai negara terkorup di dunia.
“Pemberantasan korupsi itu seyogyanya dimulai dari elit kekuasaan. Para penguasa seharusnya memberi contoh yang baik kepada rakyatnya,” kata Andri kepada The Globe Journal ketika ditanya komentarnya menyikapi Hari Anti Korupsi Sedunia, Jumat (9/12).
Menurutnya, di media masyarakat juga bisa mengikuti perkembangan kasus-kasus korupsi besar yang terjadi di tanah air. Tapi, tak satupun yang berhasil dituntaskan dengan baik. “Malah, maling ayam yang sering masuk penjara ketimbang koruptor yang mencuri uang rakyat bermilyar-milyar,” tukas Andri.
Andri menambahkan, keadilan juga masih jauh dari harapan masyarakat. “Ya itu tadi, maling ayam langsung dimasukkan ke hotel “Prodeo”, sedangkan koruptor bebas berkeliaran,” ujar warga Lhokseumawe ini.
“Menurut saya, korupsi itu sulit dihapus di negeri ini. Tapi, setidaknya kita masih punya harapan untuk meminimalisir terjadinya korupsi itu sendiri,” ungkap Roni, seorang warga lainnya.
“Mau urus ini itu sekarang juga pakai uang. Padahal, jelas-jelas di peraturannya gak ada kutipan apa-apa. Mau bilang apa, karena udah kenyataannya seperti itu,” tutup Roni.[003]
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas