Lhokseumawe - Hari kedua pasca terdamparnya etnis Rohingya yang sampai saat ini ditempatkan di lokasi penampungan sementara oleh pihak keimigrasian Kota Lhokseumawe, kondisi mereka mulai membaik dan menerima bantuan dari berbagai pihak pemerintah daerah. Salah satunya adalah Walikota Lhokseumawe, Munir Usman.
Munir Usman, usai shalat Jum’at (3/2) menyalurkan bantuan berupa beras 300 kg dan sarung sebanyak 55 lembar. Bantuan tersebut langsung diberikan oleh Munir Usman kepada 55 pengungsi Myanmar atau etnis Rohingya yang ditempatkan di penampungan sementara, Blang Mangat, Lhokseumawe.
Munir Usman, saat ditanyai The Globe Journal ketika sedang menyalurkan bantuan, mengatakan, pihaknya berpartisipasi untuk memberikan bantuan kepada etnis Rohingya karena mereka membutuhkan dan perlu diperhatikan.
“Saya telah menyalurkan bantuan untuk etnis Rohingya, berupa beras 300kg dan sarung sebanyak 55 lembar sesuai jumlah mereka. Dan saya juga terima kasih kepada pihak imigrasi yang terus memantau keadaan mereka. Setelah itu kita juga akan menunggu proses selanjutnya dari pihak terkait,”ujar Munir Usman.
Tak hanya itu, dihari yang sama, warga Desa Bluka Teubay, Krueng Geukuh, Aceh Utara, yang memiliki profesi sebagai nelayan juga turut menyalurkan bantuan berupa makanan ala kadarnya dan rokok. Hal itu dilakukan oleh nelayan karena mereka peduli terhadap etnis Rohingya yang terdampar di perairan Krueng Geukuh.
“Kami kasihan melihat mereka, karena kami juga merupakan nelayan. Karena itu kami salurkan bantuan ini meski seadanya,”ujar Sumardi (30), yang juga merupakan nelayan pertama memberikan pertolongan terhadap etnis Rohingya.