THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Sosial»Gepeng Rambah Kecamatan, Dinsos Segera Mendata Ulang


Gepeng Rambah Kecamatan, Dinsos Segera Mendata Ulang
Muhajir Juli I The Globe Journal
Selasa, 13 Desember 2011 00:00 WIB

Bireuen- Keberadaan gepeng atau lebih dikenal dengan pengemis semakin meresahkan warga. Hal ini disebabkan oleh aksi “minta-minta” yang sudah sedemikian parah. Bahkan kaum tuna karya itu mulai merambah ke pusat-pusat kecamatan di Bireuen. Pantauan The Globe Journal, Selasa (13/12) mereka nampak beraksi di Juli, Pandrah, Peulimbang, Jeunib, Samalanga, Peusangan, Kutablang dan Gandapura.

 

Menurut Ali Murtala (50) warga Gandapura, dalam beberapa bulan setelah lebaran idul Fitri kota kecamatan yang berada di Timur Bireuen ini semakin banyak di datangi oleh pengemis dengan beragam rupa dan usia. Yang membuat Ali miris, kebanyakan gepeng tersebut masih berbadan sehat dan tak kurang suatu apapun. Menurutnya, kehadiran gepeng itu sudah sangat mengganggu. Seolah-olah masyarakat tempat dia tinggal banyak sekali orang papa. Padahal pengemis itu merupakan pendatang yang tidak jelas alamatnya.

 

Hal yang hampir senada juga di sampaikan oleh Hendra (30) warga Jeunib. Dia menambahkan bila selama ini banyak anak-anak usia SD yang menjadi peminta-minta di daerahnya. Hendra sendiri sudah tidak mau lagi memberikan “sedekah” sebab yang menjadi peminta-minta sudah tidak wajar lagi. Namun hal tersebut juga mengganggu dirinya yang bekerja di sektor publik.

 

“Banyak pengemis di Bireuen itu berbadan sehat dan tak kurang suatu apapun. Bahkan banyak juga yang masih usia SD telah menjadi pengemis. Saya sendiri tidak suka memberi sedekah lagi, sebab rasa iba saya sudah hilang. Namun aksi mereka yang semakin menjadi-jadi telah mengganggu saya selaku orang yang bekerja di pasaran. Seolah-olah sayanya yang pelit dilihat sama orang,” Kata Hendra

 

Kepala Dinas Sosial Bireuen Akmal, S. Sos kepada The Gobe Journal mengatakan jumlah pengemis di Bireuen menurut data yang ada sebanyak 152 orang  tersebar di 17 Kecamatan. Dia mengaku prihatin juga dengan keberadaan gepeng di Bireuen dan kota-kota Kecamatan yang tidak sesuai dengan data yang ada.

 

Akmal mengatakan bila banyak diantara gepeng tersebut merupakan orang migran dari Kabupaten lain seperti Lhoukseumawe, Pidie, dan Banda Aceh. Untuk itu pada tahun 2012 dinas sosial Bireuen akan melakukan pendataan ulang. Gepeng asli Bireuen akan diberikan pembinaan sesuai kemampuan daerah, sedangkan “pendatang haram” akan dikembalikan ke tempat asal masing-masing.

 

“Dari data yang kita miliki, jumlah gepeng yang ada di Bireuen sebanyak 152 orang yang tersebar di 17 kecamatan. Saya prihatin dengan semakin banyaknya gepeng di kabupaten ini yang memebihi dari data yang kita punya,” Sebut Akmal.

 

Kepada masyarakat Kepala Dinas Sosial itu menghimbau agar dalam memberikan sedekah harus selektif. Harus bisa dibedakan antara si pemalas dengan orang-orang yang memang membutuhkan uluran tangan. Jangan cepat merasa iba dengan tampang seseorang, sebab banyak sekali gepeng palsu dengan memanfaatkan rasa iba, padahal mereka malas bekerja. [003]

 

 







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close