
Bireuen- Keberadaan gepeng atau lebih dikenal dengan pengemis semakin meresahkan warga. Hal ini disebabkan oleh aksi “minta-minta” yang sudah sedemikian parah. Bahkan kaum tuna karya itu mulai merambah ke pusat-pusat kecamatan di Bireuen. Pantauan The Globe Journal, Selasa (13/12) mereka nampak beraksi di Juli, Pandrah, Peulimbang, Jeunib, Samalanga, Peusangan, Kutablang dan Gandapura.
Menurut Ali Murtala (50) warga
Gandapura, dalam beberapa bulan setelah lebaran idul Fitri
Hal yang hampir senada juga di sampaikan oleh Hendra (30) warga Jeunib. Dia menambahkan bila selama ini banyak anak-anak usia SD yang menjadi peminta-minta di daerahnya. Hendra sendiri sudah tidak mau lagi memberikan “sedekah” sebab yang menjadi peminta-minta sudah tidak wajar lagi. Namun hal tersebut juga mengganggu dirinya yang bekerja di sektor publik.
“Banyak pengemis di Bireuen itu berbadan sehat dan tak kurang suatu apapun. Bahkan banyak juga yang masih usia SD telah menjadi pengemis. Saya sendiri tidak suka memberi sedekah lagi, sebab rasa iba saya sudah hilang. Namun aksi mereka yang semakin menjadi-jadi telah mengganggu saya selaku orang yang bekerja di pasaran. Seolah-olah sayanya yang pelit dilihat sama orang,” Kata Hendra
Kepala Dinas Sosial Bireuen Akmal, S. Sos kepada The Gobe Journal mengatakan jumlah pengemis di Bireuen menurut data yang ada sebanyak 152 orang tersebar di 17 Kecamatan. Dia mengaku prihatin juga dengan keberadaan gepeng di Bireuen dan kota-kota Kecamatan yang tidak sesuai dengan data yang ada.
Akmal mengatakan bila banyak diantara gepeng tersebut merupakan orang migran dari Kabupaten lain seperti Lhoukseumawe, Pidie, dan Banda Aceh. Untuk itu pada tahun 2012 dinas sosial Bireuen akan melakukan pendataan ulang. Gepeng asli Bireuen akan diberikan pembinaan sesuai kemampuan daerah, sedangkan “pendatang haram” akan dikembalikan ke tempat asal masing-masing.
“Dari data yang kita miliki, jumlah gepeng yang ada di Bireuen sebanyak 152 orang yang tersebar di 17 kecamatan. Saya prihatin dengan semakin banyaknya gepeng di kabupaten ini yang memebihi dari data yang kita punya,” Sebut Akmal.
Kepada masyarakat Kepala Dinas
Sosial itu menghimbau agar dalam memberikan sedekah harus selektif. Harus bisa
dibedakan antara si pemalas dengan orang-orang yang memang membutuhkan uluran
tangan. Jangan cepat merasa iba dengan tampang seseorang, sebab banyak sekali
gepeng palsu dengan memanfaatkan rasa iba, padahal mereka malas bekerja. [003]
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas