Banda Aceh - Keikutsertaan kandidat Gubernur Aceh dari jalur perseorangan atas nama Hendra Fadli-Yuliardi Rais menjadi bagian penting dari kematangan politik di bumi serambi mekkah. Ini menunjukan bahwa proses transisi demokrasi di Aceh menuju pada satu tahapan yang lebih baik.
Dukungan terhadap kandidat calon gubernur dari unsur LSM itu mengalir dari LBH Banda Aceh, GeRAK Aceh, Koalisi NGO HAM dan KontraS Aceh.
Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani kepada The Globe Journal, Selasa (24/1) mengatakan semua orang dari berbagai unsur dapat ikut serta untuk berpartisipasi dalam pemilukada tahun 2012, dan ini sekaligus memberikan rasa keadilan bagi semua golongan untuk berhak mencalonkan diri dan dicalonkan oleh siapapun, sehingga hal ini memberi image positif tentang pelaksanaan pemilukada Aceh yang sebelumnya sempat memanas dan meruncing.
Keikutsertaan para kandidat dari jalur perseorangan untuk tahapan akhir setelah putusan sela MK tanggal 17 Januari 2012 menjadi pintu masuk bahwa masyarakat Aceh tidak alergi dengan kehadiran jalur perseorangan (independen), dan ini menunjukan semakin banyak kandidat yang muncul dari jalur perseorangan.
"Munculnya para kandidat dari unsur masyarakat sipil Aceh (LSM) yang dalam hal ini telah diwakili oleh Hendra Fadli dan Yuliardi Rais adalah bagian yang cukup penting dalam proses kematangan berpolitik di Aceh, dan ini sekaligus menjadi bukti refresentasi bahwa aktivis LSM di Aceh mampu melahirkan tokoh-tokoh populis yang siap bersaing secara profesional," kata Askhalani yang didampingi oleh Ketua KontraS Aceh, Gilang Destika.
Mengedepankan kampanye-kampanye damai, berdemokrasi secara terbuka, dan menjunjung tinggi hak sipil dan politik secara elegan dan taat serta tunduk pada aturan hukum yang berlaku dalam NKRI serta meninggalkan budaya-budaya kolektifitas yang dapat merusak tatanan demokratisasi di Aceh.
Pihak komponen sipil untuk demokrasi Aceh memberi apresiasi atas keberanian dan langkah pilihan politik yang telah dilakukan oleh Hendra Fadli-Yuliardi Rais untuk pencalonan menjadi kandidat Gubernur Aceh dalam Pemilukada 2012.
Kemunculan dua tokoh ini dan sekaligus dapat menjadi refresentasi dari kalangan masyarakat sipil Aceh (LSM) di Aceh serta menjadi pilar dalam membangun tata cara demokrasi yang baik dengan mengedepankan pada dan pola kampanye politik damai serta meninggalkan tata cara kekerasan dalam mencari kekuasaan, dan menjunjung tinggi hak sipil dan politik seluruh warga Aceh dalam menentukan pilihannya.