SerambiSosialDokter Bireuen Angkat Tumor 21 Kg dari Warga Bener Meriah
Dokter Bireuen Angkat Tumor 21 Kg dari Warga Bener Meriah
Zulhelmi | The Globe Journal
Senin, 19 Desember 2011 00:00 WIB
Bireuen - Berakhir sudah derita yang dialami M Alia (23) warga Ulu Nareng Rakal, Pinto Rime Gayo, Bener Meriah, penderitaan yang dialaminya yaitu, bertahun-tahun tumor seberat 21 Kg bersarang di dalam perutnya. Tim dokter rumah sakit dr Fauziah Bireuen berhasil mengangkat tumor itu. Tumor Ovarium yang sempat diderita M Alia selama beberapa tahun itu diangkat tim dokter rumah sakit setempat lewat operasi selama satu jam lebih. Bukan hanya itu, janin yang berusia empat bulan yang dikandungnya pun terselamatkan. Penderitaan berlalu, pasein itu ceria kembali.
Tim dokter yang terdiri dari dr Faisal SP OG, dr Niful Fauzi,dr Mahdi SP.B dan dr Mawardi itu telah mampu menyelamatkan derita pasien warga miskin asal Bener Meriah yang selama ini tidak bisa tidur akibat gangguan penyakitnya itu. Usai menjalankan operasi, Dr Faisal SP OG yang menangani proses pengangkatan tumor seberat 21 kilogram kepada sejumlah wartawan, Senin (19/12) mengaku, setelah melakukan konsultasi dengan sejumlah dokter lainnya, kemudian tumor itu diangkat dan akhirnya berhasil mengangkat tumor tersebut."Alhamdulillah operasi berjalan dengan baik selama satu jam lebih hingga kita berhasil mengangkat tumor tersebut dan mampu menyelamatkan janin yang dikandung pasien," akunya.
Diakui Faisal, sebelum menjalani operasi, selama ini pasien tak bisa tidur, karena kondisi tumor mulai membesar dan menutup bagian dada, apalagi pasien sedang hamil, sehingga butuh waktu untuk berkonsultasi dengan dokter penyakit lainnya. Sebelum dilakukan operasi, sambung dr Faisal, pasien sempat mengeluh dan mengalami kelainan jantung, namun mampu diatasi oleh dokter bagian jantung, sehingga proses operasi dapat diatasi dengan baik.
"Namun sejauh ini, kita belum bisa memastikan apakah, tumor Ovarium yang diderita M Alia, warga miskin asal Blang Rakal, Bener Meriah ini ganas atau tidak. Tumor ini tergolong besar dan akan dibawa ke Banda Aceh untuk diteliti," katanya.
Orang tua pasien M Alia, Seneng mengaku terharu dan berterimkasih atas peran dokter Bireuen. Dia mengaku tak sanggup berucap atas apa yang telah diupayakan oleh dokter Bireuen, kendati usaha penyembuhan anaknya sudah dilakukan dua tahun termasuk dengan dukun di daerahnya. "Tapi syukur Alhamdulillah, dokter di Bireuen mau meladeni dan mau berusaha mengangkat tumor anak saya yang sudah lama menderita penyakit itu, apalagi saya orang miskin," ungkapnya dengan terbata-bata disertai tetasan air mata keharuan.
Diakui Seneng, keluarganya sudah beberapakali berupaya berobat ke rumah sakit di Takengon serta ke dukun, namun tak ada berhasil. "Saya terharu atas pelayanan di rumah sakit Bireuen, mereka menghargai saya meski saya orang miskin kendati menggunakan JKA," sebutnya lagi. [003]