Banda Aceh — Bupati Aceh Barat, Ramli MS mengatakan ada anggota DPRK yang masih “berantam” dari dua Fraksi yang meminta uang aspirasi ke Bupati Aceh Barat sampai Rp30 miliar.
“Saya ambil darimana uang itu, daripada kasih ke anggota DPRK itu lebih baik kasih ke mahasiswa,” kata Ramli saat memberikan sambutannya pada Duek Pakat Tokoh Masayarakat Aceh Barat di Hermes Palace Hotel, Sabtu (17/12) malam.
Didepan puluhan mahasiswa, dan tokoh-tokoh masyarakat Aceh Barat, Ia mengatakan masalah lanjutan pembangunan asrama mahasiswi di Desa Lamreueng, Aceh Besar itu akan terus dilanjutkan.
“Tapi lanjutan pembangunannya jangan dibahas DPRK, nanti mereka minta jatah sampai Rp9 miliar,” katanya. Sembari mengatakan kalau Rp2 miliar saja kita kasih untuk pembangunan asrama mahasiswi sudah cukup baik.
Acara Duek Pakat Tokoh Masyarakat Aceh Barat ini digagas oleh Ikatan Pemuda dan Mahasiswa Aceh Barat (Ipelmabar). Pengurus Ipelmabar, Zulkifli menegaskan pertemuan duek pakat ini adalah khusus untuk membicarakan masalah aset asrama mahasiswa/i Aceh Barat di Banda Aceh. Salah satunya masalah asrama mahasiswa Aceh Barat di Gampong Laksana, Banda Aceh yang kini ditempati oleh orang dari luar Aceh Barat.
Kemudian masalah sertifikat tanah asrama putra mahasiswa Aceh Barat yang belum jelas statusnya dan lanjutan pembangunan asrama mahasiswi Aceh Barat. Mahasiwa Fakultas Ekonomi Unsyiah ini mengatakan semua masalah itu harus dapat diselesaikan tanpa ada pertemuan-pertemuan lagi untuk berikutnya. “Harus tuntas malam ini,” kata Zulkifli.
Menyikapai kondisi tersebut Bupati Aceh Barat, Ramli MS tidak menyinggung masalah sertifikat tanah asrama mahasiswa putra Aceh Barat itu. Namun Ia memastikan akan memerintahkan Asisten I Pemkab Aceh Barat untuk menyelesaikan masalah aset asrama mahasiswa di Banda Aceh termasuk di Gampong Laksana.
“Bila perlu asrama mahasiswa di Gampong Laksana itu dijadikan kantor administrasi mahasiwa Aceh Barat di Banda Aceh,” tukas Ramli.
Masalah aset asrama mahasiswa di Medan juga sudah diselesaikan, tapi karena kondisinya jauh dari kampus mahasiswa maka asrama di Medan belum ditempati mahasiswa. Awalnya masalah asrama mahasiswa di Medan itu sudah dijadikan milik yayasan pribadi, tapi sudah diselesaikan.
Pada kesempatan itu, Ramli MS juga membagikan Rp 5 juta kepada kelompok tari ranup lampuan asal mahasiswi Aceh Barat.[003[