Banda Aceh — Baju batik kerajinan dari Dekranas Aceh yang dijual di Hotel Hermes Palace banyak diminati tamu hotel. Hal tersebut dikatakan Ritana Sari, yang sehari-hari berkeja sebagai sales untuk menjual kerajinan Dekranas di Hermes.
Kepada The Globe Journal, Jum’at (25/11) sore tadi, Rita mengatakan paling laris adalah baju batik yang harganya paling murah Rp300.000 perpotong. Kemudian tas bermotif Aceh dan aksesoris rencong Aceh. Kerajinan Dekranas itu paling banyak diminati oleh tamu-tamu dalam negeri yang nginap di Hermes.
“Kalau orang luar negeri atau “bule” yang datang ke hotel sangat jarang membeli barang kerajinan Aceh, tapi paling banyak tamu-tamu dari Jakarta,” sebut Rita.
“Paling banyak laku baju batik, ada yang terjual satu set Rp500.000,-,” kata Rita lagi. Namun selama loket ini dipindahkan ke lantai dua, omset penjualannya jauh berkurang. Awalnya saat masih di lantai satu banyak barang kerajinan yang terjual, apalagi kalau ada event-event di Hermes.
Masih menurut Ritana Sari, asal Matang Glumpang Dua ini omset yang terkumpul setiap bulan paling kecil hanya Rp500.000,- dan paling besar bisa mencapai Rp5.000.000,- perbulan. Baju batik kerajinan Dekranas Aceh sangat disukai oleh pengunjung hotel.
Aksesoris rencong Aceh dijual Rp40.000,- perunit, sandal bermotif Rp50.000,-, tas bermotif, dompet dan beberapa aksesoris lain yang bermotif Aceh.