SerambiSosialBand Rock Amerika Prihatin dengan Penangkapan Punker Aceh
Band Rock Amerika Prihatin dengan Penangkapan Punker Aceh
Minggu, 18 Desember 2011 00:00 WIB
Jakarta - Lebih dari 50 anak punk digunduli polisi syariah di Nangroe Aceh Darussalam saat acara konser anak punk. Ternyata, berita tersebut sampai ke band punk rock asal Amerika Serikat, Rancid. Bagaimana tanggapan mereka?
Band yang terbentuk sejak 1991 silam itu prihatin atas kejadian tersebut. Lewat akun Twitter-nya, Rancid menyampaikan simpati.
"We hate what's going on with our punk brothers and sisters in Indonesia. Rancid's got your back!" tulis band pelantun 'Ruby Soho' itu.
Sebanyak 59 pemuda laki-laki dan 5 pemudi ditangkap polisi syariah. Para pemuda digunduli dan para pemudi dipotong pendek rambutnya. Mereka kemudian disuruh untuk mandi di danau, lantas berganti pakaian dan salat.
Kejadian tersebut juga mendapat sorotan dari media-media luar negeri seperti New York Daily, The Telegraph, Washington Post, Daily Mail, Sydney Morning Herald, CBS News dan sebagainya.
Mereka rata-rata menulis bahwa penangkapan dan penggundulan anak punk tersebut yang dinilai melanggar HAM.(MNA-DETIK)