
Bireuen- kelompok anak Punk dengan gaya rambut mohawk dan berpakaian serampangan mulai terlihat di
beberapa tempat di Bireuen. Pantauan The Globe Journal di beberapa titik sejak
kemarin sore, anak-anak "nomaden" itu mulai beraksi dengan mengamen dari warung ke
warung.
Iqbal, salah seorang pedagang martabak di Matangglumpangdua kepada The
Globe Journal, Rabu (7/12) mengatakan bahwa anak-anak gaul serabutan itu sempat
datang ke warung dia berjualan sekitar pukul 12.00 malam.
"Tadi malam sekitar pukul 12.00 mereka datang ke tempat saya berjualan.
Mereka minta izin untuk mengamen. Namun karena penampilan mereka yang lusuh dan
awut-awutan, pemilik warung mengusir mereka dengan kasar,"kata Iqbal.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Amir yang berjualan kopi di kota Bireuen. Dari keterangannya, di tempat dia berjualan, beberapa kali anak punk itu meminta
izin untuk mengamen. Namun karena alasan yang sama, akhirnya pemilik warung
terpaksa menolak kehadiran mereka.
Fenomena anak punk memang sudah mulai merambah Bireuen. Fadli warga Bireuen
sempat beberapa kali menemukan kumpulan anak —anak bebas itu disekitar tugu
Kota Juang saat malam hari tiba. Bukan hanya laki-laki, remaja perempuan juga
nampak ditengah-tengah mereka, tentunya dengan gaya "pungker" sejati.
"Saya beberapa kali melihat mereka di sekitar tugu kota Juang. Ada juga
anak perempuan diantara mereka itu. Namun pakaiannnya tetap sama," kata Fadli
saat ditemui oleh The Globe Journal di salah satu warung kopi saat dia sedang coffee morning.
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas