Banda Aceh - Sejumlah komunitas yang ada di Aceh mendeklarasikan mereka mencintai perdamaian. Tidak ada perbedaan antar komunitas, baik itu etnis Tionghua, Jawa, Aceh, Melayu (Malaysia) dan beberapa etnis atau komunitas lainnya.
Foto: Hayatullah | The Globe Journal
"Acara ini bertujuan untuk menjalin dan memperkuat rasa memiliki generasi muda terhadap perdamaian, dan menumbuh kembangkan semangat toleransi dalam masyarakat,"ujar Direktur Saree School, Andi Rizal, sebagai penyelenggara acara tersebut di Taman Budaya Sabtu (26/11).
Diantara komunitas mendeklarasi cinta perdamaian tersebut, komunitas Malaysia, pemuda Tionghoa, FP3, YRDPI, MPK, Aplus Community, Sanggar Cuek, Lingkar Teater, Ragam Produksi, Cempala, Funky Naughty, Gram Audio Family, Audio Beatbox Family, Magic Joe Thunder, IPSPI, Masyarakat Tapanuli, Masyarakat Sunda.
Masing komunitas menuliskan deklarasi damai di atas spanduk yang telah tersedia, bahwa mereka mencintai damai.
Setiap komunitas menunjukan kebolehan masing-masing, seperti komunitas Malaysia menyanyikan lagu nasyid, sementara komunitas lain juga ada yang memainkan sulap hasil kreasi anak muda Tionghua.
Agenda acara yang lain diskusi keberagaman tari, tanam pohon,
musikalisasi puisi, rap, hiphop,lingkar, beatbox, kreasi minang,penampilan malaysia, stand dan wisata kuliner.
Ketua panitia, Agustina dari A Plus Community mengatakan, maksud acara ini, karena mereka melihat kaum muda sangat rentan dengan proses dinamika konflik.
"Di dunia ini kaum muda yang banyak berkontribusi kepada konflik yang ada, untuk itu kami berinisiasi mengumpulkan kaum muda untuk mengekpresikan perdamaian dari pentas seni, ujar Agustina.