Banda Aceh — Masyarakat Aceh akan ikut serta dalam bagian demontrasi paralel yang dilakukan hampir di seluruh provinsi di Indonesia terkait kisruh pengelolaan lingkungan.
Di Banda Aceh sejak pagi tadi, Kamis (12/1), sejumlah massa sudah berkumpul di kawasan Tugu Taman Ratu Safiatuddin. Mereka akan menggelar demontrasi di depan kantor gubernur Aceh.
Sementara itu, ribuan orang direncanakan berkumpul di Masjid Istiqlal dan bergerak menuju kawasan tugu Monumen Nasional (Monas) di depan Istana Negara dan di depan Gedung DPR RI, Jakarta pada hari ini.
"Kami aliansi dari 77 organisasi Petani, Buruh, Masyarakat Adat, Perempuan, Pemuda Mahasiswa, Perangkat Pemerintahan Desa, dan NGO yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Pemulihan Hak Rakyat Indonesia akan melakukan aksi serentak," kata Kepala Departemen Hubungan Internasional dan Perubahan Iklim Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Teguh Surya, di Jakarta, Kamis.
Pada 12 Januari 2012 ini, menurut Teguh, Sekber dengan total massa sekitar 17.780 orang serentak berkumpul di Jakarta maupun 27 Provinsi lainnya di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan NusaTenggara untuk turun ke jalan guna menyampaikan segala derita perebutan tanah rakyat.
Substansi pokok yang akan disampaikan adalah mendesak DPR segera membentuk Pansus penyelesaian konflik agraria dan sumber daya alam tanpa merevisi UU No.5/1960. Selain itu, mereka juga mendesak agar TNI/Polri ditarik dari konflik Agraria, dan membebaskan para pejuang rakyat yang ditahan dalam melawan perampasan tanah.
Aksi nasional ini diikuti oleh lebih dari 77 organisasi masyarakat sipil itu antara lain, Walhi, Serikat Petani Indonesia (SPI), Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) Persatuan Pergerakan Petani Indonesia (P31), Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Asosiasi Tani Nusantara (ASTANU), Serikat Nelayan Indonesia (SNI), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Serikat Hijau Indonesia (SHI), Paguyuban Petani Hutan Jawa (PPHJ). []
(Yul-antaranews.com)