Bireuen — 1800 ekor sapi bantuan Muslim Aid Indonesia bersama Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Bireuen tak layak dibagikan kepada penerima bantuan peternakan. Pasalnya pengadaan sapi yang dilakukan rekanan Muslim Aid tidak sesuai standar kontraknya. Akibatnya bantuan itupun ditolak pihak terkait.
Kabid Peternakan di Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Bireuen, Afriza kepada The Globe Journal, Senin (16/1) mengatakan penolakan yang dilakukan itu bukan untuk merugikan rekanan. "Kita tidak ada niat sedikit pun untuk merugikan rekanan, tapi sapi yang dibeli itu tidak sesuai spesifikasi. Kita juga tidak mau petani peternak rugi," sebutnya.
Dijelaskan Afriza, setelah diteliti oleh tim Muslim Aid dan petugas dari dinas, umur, tinggi dan gumba sapi itu tidak sesuai dengan kontrak perjanjian,"Untuk itu kita meminta kepada rekanan agar membeli sapi yang lain sesuai dengan perjanjian dalam kontrak," ungkapnya.
Sapi itu katanya lagi tidak dapat diberikan kepada petani peternak, sebab selain perkembangannya lambat, petani pun rugi kalau memelihara sapi tersebut. []